Advertisement
Senat AS Kunci Langkah Militer Trump ke Venezuela
Donald Trump / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Senat AS menyetujui langkah yang akan membatasi Presiden Trump melakukan tindak militer terhadap Venezuela tanpa persetujuan Kongres.
Melansir AP, melalui pemungutan suara tipis 52-47, Senat menegaskan bahwa setiap tindakan militer lanjutan terhadap Caracas wajib mendapatkan otorisasi dari Kongres.
Advertisement
Keputusan ini merupakan langkah drastis legislatif untuk membendung pernyataan Trump yang mengisyaratkan pengawasan AS atas Venezuela—pemilik cadangan minyak mentah terbesar dunia—bisa berlangsung hingga bertahun-tahun.
Trump merespons keras hasil tersebut melalui media sosial, menuding para Senator Republik yang mendukung Demokrat telah memperlemah posisi AS.
BACA JUGA
"Partai Republik seharusnya malu dengan para Senator yang baru saja memberikan suara bersama Demokrat dalam upaya merampas kekuasaan kita untuk melawan dan membela Amerika Serikat," tulis tulis Trump dikutip Reuters, Jumat (9/1/2026).
Ambisi Trump atas Venezuela tidak lagi sekadar isu keamanan, melainkan bergeser ke arah kendali ekonomi jangka panjang. Dalam wawancaranya dengan New York Times, Trump menyatakan rencana strategis untuk:
Mengontrol Pendapatan Minyak: Mengelola arus kas minyak Venezuela untuk proses pembangunan kembali yang "menguntungkan".
Konsolidasi Korporasi: Menjadwalkan pertemuan khusus dengan pimpinan raksasa energi seperti Exxon Mobil, ConocoPhillips, dan Chevron di Gedung Putih.
Di tengah ketegangan legislatif, dinamika di kawasan Amerika Latin menunjukkan pergeseran arah:
- Relasi dengan Kolombia: Trump melunakkan sikapnya terhadap Presiden Gustavo Petro dengan mengundangnya ke Washington, setelah sebelumnya sempat mengancam operasi militer.
- Gestur Damai Venezuela: Ketua Parlemen Venezuela, Jorge Rodriguez, membebaskan sejumlah tahanan politik sebagai "isyarat perdamaian". Namun, organisasi Foro Penal mencatat masih ada sekitar 863 tahanan politik yang tersisa.
- Hubungan dengan Delcy Rodriguez: Meski sebelumnya mendukung oposisi pada Pemilu 2024, Trump kini mengklaim memiliki hubungan yang "sangat baik" dengan pemerintahan sementara pimpinan Delcy Rodriguez.
Langkah Senat ini diprediksi akan mempersulit ruang gerak Trump dalam mengeksekusi kebijakan luar negeri agresifnya, terutama terkait keterlibatan militer langsung di Venezuela dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Kendaraan di Jalan Tol Meningkat Jelang Libur Isra Mikraj
- Banjir Bandang di Pulau Siau Sulawesi Utara Berdampak pada 1.377 Warga
- Dokter Peringatkan Risiko Penyakit Pekerja Lapangan Saat Banjir
- Sejumlah Negara di Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran karena Protes
- Syafiq Ridhan Ali, Korban Hilang Gunung Slamet Ditemukan Meninggal
Advertisement
Mahfud: Rekrutmen Polisi Tanpa Titipan Mulai Diberlakukan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bulgaria Siap Meramaikan FIFA Series 2026 di Indonesia
- Korban Arisan Online Geruduk Rumah LK, Kerugian Rp10 M
- Keran Air Siap Minum Aktif Lagi di Malioboro, Ini Titik Lokasinya
- Sleman Mulai Monitoring Penerapan UMK 2026 di Industri Menengah
- Pemkab Kulonprogo Genjot Pembukaan Jalan Baru di Perbukitan Menoreh
- PUKAT UGM: KUHAP Tak Atur Penampakan Tersangka dalam Konferensi Pers
- Disnakertrans Bantul Temukan Pelanggaran UMK 2026 saat Sidak
Advertisement
Advertisement




