Hujan Angin Terjang Berbah Sleman, Pohon Bertumbangan, Rumah Rusak, Baliho Ambruk
Hujan lebat dan angin kencang menerjang kawasan Kalitirto, Berbah, Sleman, Jumat (26/1/2024) siang.
Tepi Danau Michigan di Amerika Serikat membeku akibat polar vortex, Selasa (29/1/2019)./Reuters-Pinar Istek
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagian wilayah Amerika Serikat (AS) membeku akibat polar vortex atau pusaran kutub. Temperatur di AS bervariasi, dari minus 27 derajat Celsius hingga minus 53 derajat Celsius.
Menurut laporan Reuters, 12 orang meninggal dunia di berbagai wilayah di Negeri Paman Sam akibat suhu ekstrem ini hingga Kamis (31/1/2019).
National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) atau lembaga sejenis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Amerika Serikat menjelaskan polar vortex sebagai area besar tekanan rendah dan udara dingin yang mengelilingi dua kutub Bumi.
An arctic front which has ushered in record cold temperatures across the Midwest will move into the eastern U.S. today. However, temperatures are expected to gradually moderate late in the week. pic.twitter.com/eV8d3XIsj9
— NWS WPC (@NWSWPC) January 30, 2019
Polar vortex, sesuai namanya, berada di Kutub Utara. Polar vortex, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi pusaran kutub, melemah di musim panas dan menguat di musim dingin.
Istilah vortex atau pusaran mengacu pada aliran udara yang memutar ke kiri alias berlawanan jarum jam di dekat Kubut Utara. Pusaran ini membantu menjaga udara tetap dingin.
Polar vortex juga bisa diartikan sebagai angin kencang di sekitar Kutub Utara yang mengunci udara dingin dan menyebarkannya ke Midwest.
Selama musim dingin, udara dingin yang dikirimkan polar vortex selalu menerpa Midwest, tetapi efeknya tak selalu mematikan.
For those that wish to know a little more about the Polar Vortex, NOAA has a website for you. It\'s a very large scale feature whose fringe is defined by the jet stream. https://t.co/T5ELLnfQif pic.twitter.com/3EGFxOLvX9
— NWS WPC (@NWSWPC) January 29, 2019
Tahun ini, polar vortex sudah menewaskan sedikitnya 12 orang. Efek terbesar polar vortex sebelumnya terjadi pada 2014 yang menewaskan 20 orang. Jauh sebelumnya, polar vortex juga membekukan area Midwest dan negara bagian lain di Amerika Serikat pada 1989, 2985, 2982, dan 1977.
Efek pusaran kutub tidak hanya dialami Amerika Serikat, tetapi juga Eropa dan Asia yang dekat dengan kutub utara.
“Saat ini, pusaran kutub tampak seperti gumpalan udara dingin yang berputar-putar. Satu di atas Amerika Utara, yang lainnya di atas Eurasia. Pusaran kutub terpisah ketika ada pemanasan stratosfer mendadak,” kata Jennifer Francis, ilmuwan di Woods Hole Research Center sebagaimana dikutip The Guardian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan lebat dan angin kencang menerjang kawasan Kalitirto, Berbah, Sleman, Jumat (26/1/2024) siang.
Presiden Prabowo menyerahkan simbolis pesawat Rafale, Falcon 8X, dan A400M kepada TNI AU di Halim Perdanakusuma.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.