Tembak Perawat Palestina Razan Al Najjar, Ini Pembelaan Militer Israel

Razan Al Najjar, perempuan Palestina yang menjadi sukarelawan medis semasa hidup. Razan ditembak mati tentara Israel saat hendak menolong demonstran yang terluka, Jumat (1/6/2018). - Reuters/Ibraheem Abu Mustafa
06 Juni 2018 17:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, GAZA- Penembakan perempuan paramedis Palestina, Razan Al Najjar, dalam demonstrasi pada Jumat (1/6/2018) pekan lalu, diklarifikasi oleh Militer Israel.

Mereka menegaskan, penembakan itu adalah ketidaksengajaan personelnya.

Dalam pernyataan resmi militer Israel yang dikutip Reuters, Rabu (6/6/2018), disebutkan serdadu negeri agresor tersebut hanya bertahan dari serbuan demonstran Palestina.

”Militan Palestina telah menyerang pasukan kami di sepanjang perbatasan Gaza menggunakan tembakan dan granat. Dalam pemeriksaan, ada sejumlah kecil peluru yang ditembakkan personel kami. Salah satunya secara tak sengaja mengenai Razan Al Najar.”

Militer Israel memastikan penyelidikan yang lebih komprehensif akan tetap digelar, dan bakal diperiksa oleh komandan senior.

Setelahnya, seluruh hasil penyelidikan tersebut akan diserahkan kepada jaksa militer untuk dipertimbangkan apakah personelnya yang menembak Razan bisa diadili atau tidak.

Sementara banyak saksi mata mengakui, pasukan Israel sengaja mengarahkan moncong senapan mereka ke arah Razan.

Itu saat perempuan berusia 21 tahun tersebut tengah berlari ke arah pagar perbatasan Gaza-Israel, demi menolong seorang demonstran yang terluka.

Sabtu (2/6/2018) akhir pekan lalu, ribuan orang menghadiri pemakaman Razan di Gaza. Korban luka yang pernah dirawat Razan juga memaksakan diri bangkit dari perbaringan mereka demi memberikan penghormatan terakhir.

Sumber : suara.com