IRGC Iran Klaim Lumpuhkan Drone Pengintai AS di Selat Hormuz

Newswire
Newswire Selasa, 03 November 2026 19:07 WIB
IRGC Iran Klaim Lumpuhkan Drone Pengintai AS di Selat Hormuz

Ilustrasi drone atau pesawat tempur nirawak milik militer Amerika Serikat (AS)./Antara-youtube.com\r\n

Harianjogja.com, TEHERAN—Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melumpuhkan pesawat nirawak atau drone MQ-9 buatan Amerika Serikat (AS) di wilayah udara sebelah timur Selat Hormuz. Pasukan Iran menyebut drone tersebut dihancurkan menggunakan sistem pertahanan udara milik Angkatan Udara IRGC.

Dalam pernyataan yang diumumkan pada Selasa (3/11/2026), Dinas Penerangan IRGC menjelaskan bahwa pencegatan dilakukan melalui jaringan pertahanan udara terintegrasi. Sistem tersebut disebut mampu menghadang dan menghancurkan drone MQ-9 di kawasan Selat Hormuz.

Selain mengklaim melumpuhkan MQ-9, IRGC juga melaporkan keberhasilan mengamankan drone pengintai dan pengecoh milik AS di sebelah barat Selat Hormuz. Drone tersebut disebut sebagai unit keempat yang berhasil dikuasai pasukan Iran dalam kondisi utuh.

Iran Amankan Drone MQM-170 Milik AS

IRGC menjelaskan, unit peperangan elektronik Angkatan Laut mendeteksi drone jenis MQM-170 ketika sedang menjalankan operasi ofensif. Setelah sistem pemandu dan kendalinya diambil alih, drone itu berhasil diturunkan dengan aman pada Senin (2/11/2026), tanpa mengalami kerusakan fisik.

Menurut IRGC, misi drone tersebut diduga bertujuan mengidentifikasi sistem pertahanan udara Iran di sepanjang perairan Teluk Persia dan Pulau Qeshm.

Drone MQM-170 Outlaw buatan perusahaan AS, Griffon Aerospace, dirancang untuk menyimulasikan ancaman udara. Perangkat tersebut digunakan untuk menguji sistem pertahanan sekaligus melatih personel pertahanan udara.

Selain mengambil citra posisi militer, drone itu dapat digunakan untuk menilai respons pertahanan udara, kemampuan sistem, dan tingkat deteksi.

IRGC menyatakan keberhasilan mengambil alih kendali dan mendaratkan drone tersebut dalam kondisi utuh memberikan kesempatan bagi Iran untuk mempelajari perangkat serta metode operasional yang digunakan pihak lawan.

AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm

Di tengah laporan mengenai drone AS yang dilumpuhkan dan diamankan Iran, militer AS sebelumnya dilaporkan melancarkan serangan secara diam-diam terhadap Pulau Qeshm di wilayah selatan Iran.

Laporan The Wall Street Journal pada Selasa menyebut informasi tersebut berasal dari sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Pada Selasa dini hari waktu setempat, stasiun televisi Iran, Press TV, juga melaporkan terdengar sejumlah ledakan di Pulau Qeshm. Namun, laporan tersebut tidak disertai informasi lebih lanjut.

AS disebut telah melancarkan serangan dalam skala terbatas terhadap Iran selama beberapa pekan terakhir. Meski demikian, para pejabat AS belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.

Pada Senin (2/11/2026), Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya tidak terburu-buru mengambil keputusan mengenai kemungkinan kembali melancarkan aksi militer terhadap Iran.

Gedung Putih menyatakan Trump telah membantah laporan media yang menyebut dirinya sedang mempertimbangkan operasi militer berskala besar terhadap Republik Islam Iran setelah pemilihan paruh waktu AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November.

Konflik Iran dan AS Belum Berakhir

Ketegangan kedua negara kembali meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas serangan tersebut.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, tidak lama setelah kesepakatan itu, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.

Hingga kini, konflik antara Iran dan AS masih belum menemukan penyelesaian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online