Ombudsman Ingatkan Pemda Cegah Maladministrasi Sebelum Jadi Korupsi
Ombudsman RI mengingatkan instansi pemerintah mencegah maladministrasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Ilustrasi stok makanan dan minuman/Magnific
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak 33 negara telah mengimbau masyarakatnya untuk menyiapkan persediaan makanan, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan darurat di rumah. Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai kemungkinan krisis, mulai dari konflik militer, bencana alam, serangan siber, hingga pemadaman listrik berkepanjangan.
Langkah antisipasi tersebut dilakukan di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan nasional dan ketegangan geopolitik di berbagai kawasan. Berlanjutnya perang Rusia dan Ukraina serta kekhawatiran meluasnya konflik internasional turut menjadi latar belakang penguatan kesiapsiagaan sipil di sejumlah negara.
Dilansir dari The Economic Times, pemerintah berbagai negara mulai mempersiapkan masyarakat menghadapi kemungkinan gangguan yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari. Ancaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan peperangan, tetapi juga mencakup kerusakan infrastruktur vital negara yang berpotensi mengganggu pasokan kebutuhan pokok.
Meski berkaitan dengan situasi geopolitik dan potensi konflik militer, imbauan menyiapkan logistik darurat tidak otomatis berarti pemerintah menetapkan keadaan darurat militer. Kebijakan tersebut lebih diarahkan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat apabila terjadi situasi yang mengganggu aktivitas dan layanan publik.
Salah satu kesamaan dari imbauan sejumlah negara adalah anjuran agar masyarakat memiliki persediaan kebutuhan pokok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sedikitnya tiga hari atau 72 jam.
Prancis dan Inggris termasuk negara yang baru-baru ini menyampaikan rekomendasi tersebut. Persediaan selama tiga hari dinilai menjadi bagian penting dari kesiapan rumah tangga ketika terjadi keadaan darurat.
Pemerintah Inggris bahkan meluncurkan kampanye kesiapsiagaan bertajuk Be Ready pada 22 Oktober 2026. Berdasarkan informasi di laman resminya, kampanye tersebut mengajak masyarakat menyiapkan kebutuhan rumah tangga untuk menghadapi kemungkinan gangguan darurat selama tiga hari.
Adapun perlengkapan yang disarankan untuk disimpan di rumah meliputi:
Air minum untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Makanan tahan lama yang dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu.
Obat-obatan penting sesuai kebutuhan.
Perlengkapan pertolongan pertama.
Senter dan baterai cadangan.
Radio portabel.
Uang tunai.
Dokumen-dokumen penting.
Persediaan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar ketika terjadi gangguan darurat yang membuat layanan dan aktivitas normal tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Selain negara-negara Eropa, Jepang juga menjadi salah satu negara di Asia yang mendorong masyarakat mempersiapkan kebutuhan darurat di rumah.
Imbauan tersebut tidak terlepas dari kerentanan Jepang terhadap berbagai bencana alam. Pemerintah setempat mendorong rumah tangga memiliki persediaan logistik yang memadai agar mampu memenuhi kebutuhan dasar ketika bencana terjadi.
Menurut laporan The Economic Times, Menteri Manajemen Bencana Jepang, Goshi Hosono, mengatakan pemerintah akan mengeluarkan imbauan ketika Badan Manajemen Bencana baru negara mulai beroperasi pada 2 November.
Melalui kebijakan tersebut, rumah tangga di Jepang diharapkan memiliki persediaan kebutuhan yang cukup untuk bertahan selama tiga hari ketika terjadi bencana. Bahkan, masyarakat dinilai lebih baik apabila dapat menyiapkan persediaan untuk kebutuhan selama satu minggu.
Tidak hanya mendorong kesiapan masyarakat, Jepang juga memperkuat infrastruktur untuk menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.
Dilansir dari The Japan Times, sejak Maret lalu pemerintah Jepang tercatat memperkuat infrastruktur perlindungan. Salah satu rencananya adalah menetapkan lebih banyak fasilitas bawah tanah sebagai tempat perlindungan apabila terjadi serangan militer.
Di tengah langkah sejumlah negara tersebut, Indonesia hingga saat ini belum mengumumkan imbauan kepada masyarakat untuk menyimpan persediaan pangan dan obat-obatan di rumah sebagai langkah menghadapi keadaan darurat.
Sementara itu, berdasarkan laporan Newsweek, terdapat 33 negara yang telah mengimbau warganya mempersiapkan persediaan logistik untuk menghadapi kemungkinan situasi darurat.
Berikut daftar negara yang masuk dalam laporan tersebut:
Amerika Serikat
Kanada
Meksiko
Cili
Kolombia
Argentina
Brazil
Inggris
Irlandia
Prancis
Jerman
Belanda
Denmark
Norwegia
Swedia
Finlandia
Estonia
Latvia
Lithuania
Polandia
Republik Ceko
Austria
Swiss
Kroasia
Afrika Selatan
Australia
Selandia Baru
India
Japan
Taiwan
Israel
Filipina
Singapura
Imbauan dari berbagai negara tersebut memperlihatkan pentingnya kesiapan rumah tangga dalam menghadapi situasi yang dapat mengganggu pasokan kebutuhan pokok maupun layanan publik. Persediaan makanan, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan dasar menjadi bagian dari logistik yang disarankan untuk tersedia ketika keadaan darurat berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Ombudsman RI mengingatkan instansi pemerintah mencegah maladministrasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Polri akan mengecek kabar dua petinggi kepolisian diperiksa terkait dugaan keterlibatan dalam kerusuhan di Jogja.
FK-KMK UGM menggelar Summer Course 2026 yang diikuti 56 mahasiswa dari empat negara untuk memperkuat pemahaman kesehatan mental melalui pembelajaran interprofes
Pemerintah menyiapkan diskon Nataru untuk mengompensasi tekanan inflasi pangan dan transportasi, termasuk tarif angkutan udara.
Bank Jateng meraih empat penghargaan Indonesia CSR Brilliance Award 2026, tiga di antaranya berpredikat Platinum, atas komitmen dalam keberlanjutan lingkungan,
Satpol PP Bantul bersama Bea Cukai dan Kejari menemukan 4.972 batang rokok tanpa pita cukai di Pandak dan Bambanglipuro.