Mensos: 45 Persen Data Penerima PKH dan Sembako Tak Tepat Sasaran
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Donald Trump - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih berupaya mengutamakan jalur diplomasi dengan Iran meskipun mendapat tekanan dari pemimpin Israel Benjamin Netanyahu agar segera melancarkan serangan militer. Desakan tersebut disampaikan Netanyahu dalam percakapan telepon dengan Trump pada Sabtu (31/10/2026), menjelang pemilu sela Kongres AS pada Selasa (3/11/2026).
Menurut laporan situs berita Axios, Minggu (1/11/2026), Netanyahu mendesak AS kembali melakukan aksi militer terhadap Iran tidak lama setelah pemungutan suara pemilu sela. Namun, Trump lebih memilih memberi kesempatan kepada jalur diplomasi yang sedang berjalan agar dapat berlangsung hingga tuntas.
Informasi tersebut diperoleh dari sumber AS dan Israel yang mengetahui percakapan kedua pemimpin. Menurut sumber-sumber tersebut, Netanyahu merasa khawatir terhadap upaya Trump yang masih mengutamakan proses diplomasi.
Seorang sumber dari pihak Israel menggambarkan diskusi antara Netanyahu dan Trump berlangsung "keras". Sementara itu, seorang sumber dari AS mendeskripsikan percakapan kedua pemimpin tersebut sebagai pembicaraan yang "terus terang".
Pada Minggu (1/11/2026), Trump membenarkan dirinya telah berbicara melalui telepon dengan Netanyahu. Dia menggambarkan percakapan tersebut berjalan "sangat baik".
Trump juga mengonfirmasi bahwa Iran menjadi salah satu topik pembicaraan. Namun, dia tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai isi percakapan dengan pemimpin Israel tersebut.
Trump Belum Terburu-buru Melancarkan Serangan ke Iran
Sikap Trump yang masih membuka ruang diplomasi juga terlihat dari pernyataannya kepada wartawan pada Sabtu (31/10/2026). Saat itu, dia mengatakan dialog dengan Iran berjalan lancar.
Trump mengaku tidak terlalu terburu-buru untuk melanjutkan serangan militer terhadap Iran. Pernyataan tersebut muncul meskipun sebelumnya dia sempat mengisyaratkan kemungkinan adanya serangan lanjutan setelah pemilu sela AS.
Perbedaan pendekatan antara Trump dan Netanyahu tersebut menjadi salah satu perkembangan dalam hubungan kedua negara terkait Iran. Netanyahu mendesak tindakan militer lebih lanjut, sedangkan Trump masih memberikan kesempatan kepada proses negosiasi yang sedang diupayakan.
Pembicaraan telepon kedua pemimpin itu juga berlangsung setelah adanya korespondensi dari Wakil Presiden AS J.D. Vance kepada Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei. Korespondensi tersebut membahas peluang untuk memulai kembali negosiasi secara formal.
Upaya komunikasi tersebut menjadi bagian dari proses penjajakan untuk membuka kembali perundingan antara Washington dan Teheran. Namun, hingga saat ini belum ada kesepakatan yang diumumkan oleh kedua pihak.
Qatar Fasilitasi Pembicaraan AS dan Iran
Di tengah upaya diplomasi tersebut, pihak penengah dari Qatar masih melakukan pembicaraan dengan perwakilan Iran. Pembicaraan itu bertujuan memfasilitasi dimulainya kembali negosiasi secara langsung.
Peran Qatar menjadi bagian dari upaya membuka jalur komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat. Proses tersebut masih berlangsung ketika Trump menyatakan dialog dengan Iran berjalan lancar.
Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengingatkan bahwa belum ada kesepakatan yang tercapai dalam proses pembicaraan tersebut.
Araghchi mengatakan Iran masih menunggu tanggapan AS mengenai sejumlah isu yang belum terselesaikan. Dengan demikian, proses diplomasi masih menghadapi sejumlah persoalan yang perlu dibahas sebelum kesepakatan dapat dicapai.
Pernyataan Menteri Luar Negeri Iran itu menunjukkan bahwa pembicaraan yang berlangsung belum menghasilkan titik temu final. Kedua pihak masih perlu menyelesaikan isu-isu yang tertunda dalam upaya melanjutkan negosiasi secara formal.
Gedung Putih dan Kantor Netanyahu Belum Berkomentar
Sementara itu, laporan Axios mengenai percakapan telepon antara Trump dan Netanyahu belum mendapat tanggapan resmi dari kedua pihak yang disebutkan.
Gedung Putih maupun kantor pemimpin Israel menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut. Karena itu, perincian mengenai isi pembicaraan kedua pemimpin masih bersumber dari keterangan pihak-pihak yang mengetahui percakapan tersebut sebagaimana dikutip Axios.
Perkembangan ini berlangsung ketika AS dan Iran masih menjajaki kemungkinan melanjutkan negosiasi, sementara Israel mendorong Washington mempertimbangkan kembali opsi militer.
Sikap Trump yang menyatakan tidak terburu-buru melanjutkan serangan menjadi penanda bahwa jalur diplomasi masih menjadi pilihan yang diupayakan pemerintah AS. Namun, belum adanya kesepakatan dan masih tertundanya sejumlah isu membuat kelanjutan negosiasi kedua negara belum dapat dipastikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Nelayan Gunungkidul mulai menangkap gurita. Sekali melaut, hasil tangkapan bisa mencapai 15 kilogram dengan harga hingga Rp100.000 per kilogram.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Borneo FC tanpa Ze Valente. Caretaker Guntur Cahyo Utomo menegaskan kekuatan tim terletak pada kolektivitas pemain.
Bahlil Lahadalia melarang ekspor SDA Indonesia transit di negara lain. Ia meminta pengiriman LNG dan mineral langsung ke negara tujuan.
Pieter Huistra kecewa setelah PSS Sleman kalah dari Garudayaksa FC. Dua gol mudah dan kartu merah Kevin Gomes menjadi sorotan.
Kunjungan wisman ke DIY pada September 2026 turun 12,96% secara bulanan. Low season dan gangguan penerbangan akibat abu vulkanik menjadi faktor penyebab.