Kebakaran Hotel di Bangladesh Tewaskan 10 Wisatawan
Kebakaran hotel di Bangladesh menewaskan 10 wisatawan dan melukai empat orang. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan mitigasi kebakaran.
KH Syukron Ma’mun, pendiri Ponpes Daarul Rahman, wafat di Jakarta Selatan setelah menjalani perawatan akibat gangguan jantung. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kabar duka datang dari kalangan pesantren. Ulama kharismatik Indonesia KH Syukron Ma’mun meninggal dunia pada Minggu di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan. Pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Rahman tersebut mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan akibat gangguan jantung yang dialaminya sejak pekan lalu.
KH Syukron Ma’mun lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941. Ia dikenal dengan julukan Singa Mimbar karena gaya dakwahnya yang berapi-api dan konsisten memegang prinsip Alhussunnah Wal Jamaah.
Jenazah KH Syukron Ma’mun rencananya disalatkan setelah salat Dzuhur. Setelah itu, jenazah akan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Jejak KH Syukron Ma’mun Mendirikan Ponpes Daarul Rahman
KH Syukron Ma’mun mendirikan Pondok Pesantren Daarul Rahman dengan dukungan tiga rekannya, yakni KH Antung Ghozali BA, KH Masyhuri Baedlowi, dan KH Abdul Kadir Rahman.
Pesantren tersebut berdiri di atas tanah wakaf seluas kurang lebih 7.800 meter persegi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lembaga pendidikan Islam itu berstatus swasta penuh, yang berarti berdiri sendiri tanpa ikatan dengan organisasi maupun partai politik apa pun.
Ponpes Daarul Rahman Berstatus Mu'adalah
Pondok Pesantren Daarul Rahman telah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Agama sebagai pesantren Mu'adalah. Status tersebut berarti ijazah pesantren telah disetarakan untuk tingkat Tsanawiyah atau SLP dan Aliyah atau SLA.
Pengakuan tersebut menjadi bagian dari profil pendidikan Ponpes Daarul Rahman yang didirikan KH Syukron Ma’mun bersama tiga rekannya di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
KH. Syukron Ma'mun dikenal luas sebagai salah satu ulama kharismatik dan orator ulung asal Indonesia yang mendedikasikan hidupnya untuk dakwah, pendidikan Islam, serta pembinaan umat.
Sebagai pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah di Sukabumi, beliau aktif membimbing generasi muda dan santri agar memiliki fondasi akidah yang kokoh serta akhlakul karimah.
Di kancah nasional, pemikiran-pemikirannya mengenai kebangsaan, moralitas sosial, dan pentingnya persatuan umat sering kali menjadi rujukan penting bagi masyarakat luas dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama dan bernegara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran hotel di Bangladesh menewaskan 10 wisatawan dan melukai empat orang. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan mitigasi kebakaran.
Manajemen PSS Sleman mengonfirmasi kecelakaan rombongan suporter di Tol Madiun KM 616 saat menuju Surabaya. Identitas dan jumlah korban masih diverifikasi.
Demo besar di Prancis pada 17 Oktober 2026 diwarnai penjarahan toko mewah, Apple Store, dan sejumlah gerai lain di beberapa kota.
Susurun 2026 di Boyolali diikuti 2.500 pelari. Selain mendorong gaya hidup sehat, event ini menjadi ajang promosi wisata, kuliner, dan produk.
Pemkot Jogja menurunkan tarif Pajak Air Tanah menjadi 10% untuk PDAM dan 12,5% bagi badan usaha lain. Kebijakan berlaku sejak Oktober 2026.
Gunung Anak Krakatau erupsi tiga kali pada 18 Oktober 2026. Kolom abu tertinggi 500 meter, status Siaga, dan radius bahaya 5 kilometer.