Muktamar NU 35 Diwarnai Adu Jotos, Gus Yahya Minta Massa Tetap Tenang
Gus Yahya meminta massa aksi di Muktamar NU ke-35 tetap tenang dan tidak mengganggu persidangan. Ia juga bicara soal Gus Yusuf.
Garis polisi/Ilustrasi
Harianjogja.com, Makassar - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Parepare telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi saat insiden ledakan di halaman belakang kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) pada Selasa (19/11/2019).
"Ada tiga yang kami periksa. Itu dari internal Kejari sendiri yang berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat ledakan itu terjadi," tutur Kapolresta Parepare, AKBP Budi Susanto, hari ini Rabu (2011/2019) seperti dilaporkan Antara.
Ia mengatakan, pemeriksaan itu untuk meminta keterangan terkait dengan suara ledakan yang terjadi serta dari mana asal suara, termasuk apa yang meledak di kantor Kejari setempat.
Selain itu pihaknya masih menunggu hasil investigasi yang di lakukan tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Sulsel dan tim Laboratorium Forensik Polda Sulsel untuk memastikan ledakan yang menggegerkan warga Pare-pare pada Selasa kemarin.
"Kita masih tunggu investigasi dari tim Jibom Gegana Polda Sulsel dan Tim Labfor Polda untuk memastikan ledakan itu, terkait dugaan betul tidaknya itu detonator, kita masih tunggu hasil investigasinya," katanya.
Saat ini tim dari Jibom Gegana Brimob Polda Sulsel bersama tim Labfor Polda Sulsel masih melakukan investigasi di lokasi ledakan. Brimob Polda Sulsel menurunkan dua unit Jibom untuk melakukan investigasi ledakan tersebut.
Sementara aktivitas di kantor penegak hukum itu kembali normal pasca insiden ledakan diduga detonator yang pernah dimusnahkan di halaman belakang kantor setempat.
"Sudah berkantor seperti biasalah, semua aktivitas juga seperti biasa, biarkan petugas Brimob yang melaksanakan tugasnya," ujar Kepala Kantor Kejari Parepare, Amis Syamsuddin kepada wartawan, Rabu (20/11/2019).
Ia menerangkan, ledakan yang terjadi kemarin sore, adalah sisa barang bukti hasil tangkapan beberapa waktu lalu dari pelaku kejahatan menggunakan detonator untuk membom ikan di laut setelah divonis penjara.
"Itu kan (lokasi ledakan) tempat pemusnahan barang bukti yang ditanam di situ (disemen). Nah, kemudian pas dibersihkan, sampah dibakar dekat lokasi ledakan," tuturnya.
Saat ditanya berapa jumlah detonator yang di musnahkan kala itu di halaman kantor kejari, dan apakah akan diangkat semua atau tidak, kata Amir, menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
"Biarkan pihak kepolisian dulu yang melakukan penyisiran, kalau kesimpulannya itu, seperti apa kita tunggu saja nanti," katanya.
Hingga saat ini sejumlah anggota Kepolisian dan Brigade Mobile Polda Sulsel masih berjaga di area lokasi ledakan dan menunggu tim Jibom untuk melakukan investigasi.
Sebelumnya, Komandan Satuan (Dansat) Brigade Mobile Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetya, melakukan peninjauan di lokasi ledakan serta menghimbau masyarakat agar menjauhi lokasi ledakan untuk mengantisipasi ledakan susulan.
"Kecuali petugas, saya harap kita jauhi dulu lokasi ledakan untuk mengantisipasi ledakan susulan apalagi ini sudah malam petugas pun tetap jaga diri," tegasnya malam tadi.
Kepala Seksi Intel Kejari Parepare, Amiruddin kepada wartawan, Selasa, mengatakan ledakan tersebut bisa saja dari detonator yang dimusnahkan beberapa waktu lalu, namun penyebab pastinya belum bisa disebutkan, karena belum diketahui pemicunya apa dan masih diselidiki polisi.
"Kalau ilmunya kesana kami tidak tahu pemicu ledakannya, kami tidak tahu itu," kata Amiruddin menjawab pertanyaan awak media di kantor Kejari setempat.
Meski demikian, ia menyebutkan, dari data Pidana Umum (Pidum) Kejari Pare-pare, ada 400 lebih detonator yang sudah dimusnahkan kala itu.
"Sesuai data, ada sekitar 400 lebih (detonator) dan juga ada pada tahun sebelumnya itu, tahun 2017 (dimusnahkan). Tadi, kebetulan saya tidak di lokasi (saat ledakan) karena lagi sidang. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gus Yahya meminta massa aksi di Muktamar NU ke-35 tetap tenang dan tidak mengganggu persidangan. Ia juga bicara soal Gus Yusuf.
PQN Jateng 2026 mencatat 33.087 transaksi QRIS senilai Rp149,78 juta. Edukasi digital menyasar kampus, sekolah hingga transportasi.
DPRD Sleman mendorong pembudidaya ikan beralih dari cara tradisional ke teknologi untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan.
Memperingati 14 tahun UUK DIY, Malioboro menjadi panggung seni Memetri Jogja Merawat Nusantara sekaligus donasi korban bencana NTT.
Festival Mustika Rasa di Alun-Alun Kidul Jogja ditutup. Yan Kurnia Sutanto mendorong pelestarian kuliner tradisional dan kedaulatan pangan.
Chelsea resmi merekrut Emiliano Martinez dari Aston Villa dengan kontrak tiga tahun. Kiper Argentina itu ditebus sekitar 7,5 juta pound sterling.