Usulan KPK Tangani Perkara Eks Jampidsus Dinilai Masih Terlalu Dini
Ketua KPK menyatakan masih terlalu dini membahas pengambilalihan perkara yang kini ditangani Kejaksaan Agung. Mekanisme supervisi tetap mengikuti aturan.
Densus 88 mengungkap terduga pelaku kasus ledakan di MAN 3 Padang merupakan pelajar berusia 17 tahun. Polisi masih mendalami motif dan sasaran. /Antara
Harianjogja.com, PADANG—Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap terduga pelaku dalam kasus ledakan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, merupakan seorang pelajar berusia 17 tahun. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap motif, asal barang bukti, hingga pihak yang diduga menjadi sasaran rencana tindakan tersebut.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana, mengatakan kasus itu bermula saat petugas keamanan sekolah menemukan benda yang diduga sebagai bom rakitan di lingkungan MAN 3 Padang.
Berawal dari Temuan Barang Diduga Bom Rakitan
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
Barang-barang yang diamankan meliputi kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, serta sejumlah barang lainnya.
"Dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," kata Mayndra dalam keterangannya.
Polisi Amankan Pelajar Berinisial R
Setelah menerima laporan dari pihak sekolah, kepolisian melakukan penyelidikan dan mengamankan seorang pelajar berinisial R (17).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, R diduga merupakan pemilik barang-barang yang ditemukan di lingkungan sekolah tersebut.
Mengaku Belajar Merakit Bahan Peledak dari Internet
Dalam pemeriksaan, R mengaku mempelajari cara membuat bahan peledak melalui media daring. Ia juga mengaku terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025.
Menurut Mayndra, terduga pelaku juga mengaku bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Namun, seluruh pengakuan tersebut masih didalami penyidik.
"Terduga pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum,” kata Mayndra.
Polisi Dalami Sasaran Rencana Tindakan
Selain memeriksa terduga pelaku, kepolisian masih mendalami identitas pihak yang diduga menjadi sasaran dari rencana tindakan tersebut.
Densus 88 memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ledakan di MAN 3 Padang. Seluruh barang yang diduga milik terduga pelaku kini telah diamankan sebagai barang bukti untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ketua KPK menyatakan masih terlalu dini membahas pengambilalihan perkara yang kini ditangani Kejaksaan Agung. Mekanisme supervisi tetap mengikuti aturan.
AT&T Stadium di Arlington, Texas, menjadi tuan rumah semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol. Simak profil dan sejarahnya.
Pemerintah meluncurkan program sertifikat tanah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Simak tiga kelompok penerima dan kriterianya.
Polresta Padang memeriksa siswa 17 tahun yang diduga merakit bom usai ledakan di MAN 3 Padang. Pemeriksaan dilakukan bersama Densus 88.
Pengacara Don Ritto membantah uang sitaan di de'Clan dan Koin Money Changer terkait tiga perkara korupsi. Dana disebut berasal dari proyek pelabuhan.
Densus 88 mengungkap terduga pelaku kasus ledakan di MAN 3 Padang merupakan pelajar berusia 17 tahun. Polisi masih mendalami motif dan sasaran.