Ribuan Wisatawan Saksikan Sabetan Pencak 4 Jam di Titik Nol Jogja
Ribuan wisatawan menyaksikan Sabetan Pencak 4 jam di Titik Nol Jogja, penutup Pencak Wisata Budaya 2026 yang mengusung regenerasi silat.
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. /NU Online.
Harianjogja.com, JOMBANG— Cara Ahmad Zaki Febiansyah menghadiri Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, terbilang tidak biasa. Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMP Negeri 1 Kasiman, Bojonegoro, tersebut memilih berlari secara marathon selama kurang lebih lima jam untuk bisa tiba di arena muktamar.
Bagi Zaki, keinginan hadir dalam perhelatan akbar NU itu bukan sekadar rencana. Ia mengaku hatinya tergerak untuk menyaksikan secara langsung momentum penting bagi organisasi keagamaan tersebut.
“Ingin saja datang ke Muktamar dengan lari. Hati saya rasanya tergerak untuk hadir di Muktamar,” katanya dilansir NU Online, Minggu (30/8/2026).
Zaki yang berdomisili di Desa Kalangan, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, memang memiliki kebiasaan melakukan aktivitas fisik dengan jarak jauh. Kegemarannya berlari bahkan pernah membawanya menempuh jarak 100 kilometer ketika menghadiri momentum perayaan 1 Abad NU di GOR Sidoarjo beberapa waktu lalu.
Perjalanan menuju Muktamar Ke-35 NU dilakukan Zaki setelah sebelumnya menjalani aktivitas di sekolah. Ia mengatakan kondisi fisiknya sudah cukup lelah ketika memulai perjalanan karena pada pagi hari datang ke sekolah dengan berlari.
“Untuk waktu kemarin kurang lebih lima jam. Posisi berangkat agak capek karena pagi datang ke sekolah dengan berlari. Setelah itu siangnya lanjut lari berangkat ke Muktamar,” ucapnya.
Perjalanan panjang itu tidak dilalui tanpa jeda. Zaki sempat berhenti untuk memulihkan stamina ketika mencapai kilometer ke-16.
Setelah kembali melanjutkan perjalanan, ia beberapa kali melipir untuk beristirahat sejenak sebelum meneruskan larinya menuju Jombang. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil karena Zaki berhasil tiba di lokasi Muktamar Ke-35 NU.
Ia mengaku bersyukur dapat mewujudkan keinginannya hadir langsung dalam agenda tersebut. Bagi Zaki, kehadirannya sebagai bagian dari nahdliyin menjadi kebanggaan tersendiri.
“Dulu saya aktif di Ansor, sekarang menjadi Nahdliyin biasa. Dan itu saja sudah cukup membuat saya bangga,” tuturnya.
Bagi guru olahraga tersebut, Muktamar NU memiliki arti lebih dari sekadar agenda organisasi yang digelar secara berkala. Ia memandang muktamar sebagai momentum penting untuk menentukan fondasi sekaligus arah strategis NU pada masa mendatang.
Karena itu, Zaki berharap seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 NU dapat berlangsung dengan lancar. Ia juga menyampaikan harapannya agar NU semakin kuat dalam menjalankan peran organisasinya.
“Mudah-mudahan Muktamar di pesantrennya KH Wahab Hasbullah ini dapat menjadikan NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia untuk semakin jaya,” harapnya.
Zaki juga berharap seluruh elemen NU dapat terus menjaga kekompakan dan semakin solid. Ia ingin organisasi tersebut terus melakukan transformasi, sementara para kiai dan ulama senantiasa diberikan kesehatan serta usia yang berkah.
Sebagai pendidik yang sehari-hari berkecimpung dalam bidang olahraga, Zaki juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kebugaran tubuh.
Menurut dia, aktivitas fisik secara rutin diperlukan agar tubuh tetap sehat sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas serta perjuangan sesuai bidang masing-masing.
“Mari berolahraga supaya badan sehat, agar kita bisa beraktivitas dan berjuang di jalan masing-masing. Tentunya warga NU harus sehat jiwa dan raga,” pungkasnya.
Perjalanan Zaki menuju Muktamar Ke-35 NU dengan berlari menjadi kisah tersendiri di tengah kehadiran para nahdliyin dari berbagai daerah. Dengan kebiasaan berlari yang telah dijalaninya, ia memilih menggunakan kemampuan fisiknya untuk memenuhi tekad hadir langsung dalam perhelatan NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : NU Online
Ribuan wisatawan menyaksikan Sabetan Pencak 4 jam di Titik Nol Jogja, penutup Pencak Wisata Budaya 2026 yang mengusung regenerasi silat.
Gus Yahya meminta massa aksi di Muktamar NU ke-35 tetap tenang dan tidak mengganggu persidangan. Ia juga bicara soal Gus Yusuf.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 diprediksi 5,3-5,6 persen. GREAT Institute menyebut investasi dan kepercayaan menjadi kunci.
UPN Veteran Yogyakarta memperkuat tata kelola KDMP Gondangan, Klaten, melalui pendampingan kelembagaan, administrasi, dan manajemen koperasi.
Penutupan HUT ke-81 Jateng di Boyolali dimeriahkan lari 5K, 4.500 kuliner gratis, GPM, UMKM, cek kesehatan, dan hiburan rakyat.
28 penerima bansos di Kulonprogo terindikasi judol. Mayoritas lansia dan gaptek, kalurahan telusuri dugaan aktivitas oleh anggota keluarga.