Ukraina Jadi Medan Tempur 7.000 Tentara Asing dari 70 Negara

Newswire
Newswire Minggu, 30 Agustus 2026 20:27 WIB
Ukraina Jadi Medan Tempur 7.000 Tentara Asing dari 70 Negara

Foto ilustrasi bendera Rusia dan Ukraina, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, MOSKOW— Sekitar 7.000 tentara bayaran asing dari lebih 70 negara disebut ikut bertempur di pihak Ukraina dalam perang melawan Rusia. Klaim tersebut diungkapkan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, dengan Kolombia dan Polandia disebut menjadi dua negara yang menyumbang kelompok terbesar.

Kepala Pusat Informasi Sains dan Analitis di Institut Studi Ketimuran Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Nikolai Plotnikov, mengatakan sebagian besar tentara asing tersebut berasal dari negara-negara Eropa dan Amerika Latin.

"Sekitar 7.000 tentara bayaran asing bertempur melawan tentara Rusia. Mereka berasal dari 70 negara lebih, utamanya dari negara-negara Eropa dan Amerika Latin yang memiliki kebijakan anti-Rusia yang keras," kata Plotnikov kepada RIA Novosti.

Menurut Plotnikov, keterlibatan warga asing dalam perang Ukraina berasal dari sejumlah kawasan. Kolombia dan negara-negara Amerika Latin lainnya seperti Meksiko serta Brasil disebut menjadi sumber kelompok tentara asing terbesar.

Polandia dan Finlandia dari Eropa

Dari kawasan Eropa, warga negara Polandia dan Finlandia disebut menjadi kelompok tentara asing terbesar yang ikut bertempur di Ukraina.

Plotnikov juga menyoroti perubahan jumlah warga negara tertentu yang bergabung sebagai tentara asing di Ukraina. Ia menyebut keterlibatan warga Amerika Serikat dan Georgia kini semakin rendah dibandingkan sebelumnya.

Ia menyoroti "semakin rendahnya warga negara Amerika Serikat dan Georgia" yang ikut serta sebagai tentara asing di Ukraina dibanding sebelumnya.

Rusia Klaim Tentara Asing Jadi Sasaran

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa otoritas Ukraina "sengaja mengorbankan" tentara asing yang ikut dalam konflik tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia juga memperingatkan bahwa militer Rusia akan terus melakukan serangan terhadap pasukan bayaran asing yang berada di Ukraina.

Pernyataan mengenai keberadaan tentara asing tersebut muncul di tengah perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung. Informasi dalam laporan ini bersumber dari Sputnik.

Keluhkan Koordinasi dengan Militer Ukraina

Selain klaim mengenai jumlah dan asal negara, sejumlah tentara bayaran asing yang berada di Ukraina juga menyampaikan pengalaman mereka dalam sejumlah wawancara.

Para tentara bayaran tersebut mengeluhkan kurangnya koordinasi dengan militer Ukraina. Kondisi itu disebut membuat upaya bertahan hidup dalam konflik berintensitas tinggi di Ukraina menjadi lebih sulit.

Mereka membandingkan situasi tersebut dengan pengalaman ketika terlibat dalam konflik di Afghanistan atau Timur Tengah. Dalam wawancara tersebut, persoalan koordinasi dengan militer Ukraina menjadi salah satu keluhan yang disampaikan para tentara asing.

Laporan mengenai sekitar 7.000 tentara asing tersebut disampaikan Nikolai Plotnikov dari Pusat Informasi Sains dan Analitis di Institut Studi Ketimuran Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia kepada RIA Novosti.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online