Muktamar NU 35 Diwarnai Adu Jotos, Gus Yahya Minta Massa Tetap Tenang
Gus Yahya meminta massa aksi di Muktamar NU ke-35 tetap tenang dan tidak mengganggu persidangan. Ia juga bicara soal Gus Yusuf.
Foto ilustrasi bendera Rusia dan Ukraina, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, MOSKOW— Sekitar 7.000 tentara bayaran asing dari lebih 70 negara disebut ikut bertempur di pihak Ukraina dalam perang melawan Rusia. Klaim tersebut diungkapkan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, dengan Kolombia dan Polandia disebut menjadi dua negara yang menyumbang kelompok terbesar.
Kepala Pusat Informasi Sains dan Analitis di Institut Studi Ketimuran Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Nikolai Plotnikov, mengatakan sebagian besar tentara asing tersebut berasal dari negara-negara Eropa dan Amerika Latin.
"Sekitar 7.000 tentara bayaran asing bertempur melawan tentara Rusia. Mereka berasal dari 70 negara lebih, utamanya dari negara-negara Eropa dan Amerika Latin yang memiliki kebijakan anti-Rusia yang keras," kata Plotnikov kepada RIA Novosti.
Menurut Plotnikov, keterlibatan warga asing dalam perang Ukraina berasal dari sejumlah kawasan. Kolombia dan negara-negara Amerika Latin lainnya seperti Meksiko serta Brasil disebut menjadi sumber kelompok tentara asing terbesar.
Dari kawasan Eropa, warga negara Polandia dan Finlandia disebut menjadi kelompok tentara asing terbesar yang ikut bertempur di Ukraina.
Plotnikov juga menyoroti perubahan jumlah warga negara tertentu yang bergabung sebagai tentara asing di Ukraina. Ia menyebut keterlibatan warga Amerika Serikat dan Georgia kini semakin rendah dibandingkan sebelumnya.
Ia menyoroti "semakin rendahnya warga negara Amerika Serikat dan Georgia" yang ikut serta sebagai tentara asing di Ukraina dibanding sebelumnya.
Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa otoritas Ukraina "sengaja mengorbankan" tentara asing yang ikut dalam konflik tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia juga memperingatkan bahwa militer Rusia akan terus melakukan serangan terhadap pasukan bayaran asing yang berada di Ukraina.
Pernyataan mengenai keberadaan tentara asing tersebut muncul di tengah perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung. Informasi dalam laporan ini bersumber dari Sputnik.
Selain klaim mengenai jumlah dan asal negara, sejumlah tentara bayaran asing yang berada di Ukraina juga menyampaikan pengalaman mereka dalam sejumlah wawancara.
Para tentara bayaran tersebut mengeluhkan kurangnya koordinasi dengan militer Ukraina. Kondisi itu disebut membuat upaya bertahan hidup dalam konflik berintensitas tinggi di Ukraina menjadi lebih sulit.
Mereka membandingkan situasi tersebut dengan pengalaman ketika terlibat dalam konflik di Afghanistan atau Timur Tengah. Dalam wawancara tersebut, persoalan koordinasi dengan militer Ukraina menjadi salah satu keluhan yang disampaikan para tentara asing.
Laporan mengenai sekitar 7.000 tentara asing tersebut disampaikan Nikolai Plotnikov dari Pusat Informasi Sains dan Analitis di Institut Studi Ketimuran Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia kepada RIA Novosti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gus Yahya meminta massa aksi di Muktamar NU ke-35 tetap tenang dan tidak mengganggu persidangan. Ia juga bicara soal Gus Yusuf.
Chelsea resmi merekrut Emiliano Martinez dari Aston Villa dengan kontrak tiga tahun. Kiper Argentina itu ditebus sekitar 7,5 juta pound sterling.
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Polres Sukoharjo bakal menyisir gudang untuk mencegah penyalahgunaan setelah penggerebekan kasino ilegal dan penetapan 30 tersangka.
Veda Ega Pratama finis ke-20 di Moto3 Aragon 2026 setelah sempat masuk zona poin. Ia gagal menambah poin dari seri sebelumnya.
Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menyebut sekitar 7.000 tentara asing dari lebih 70 negara ikut berperang di pihak Ukraina.