Peta Persaingan Ketum PBNU 2026-2031: Ada Gus Yahya hingga Gus Rozin
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.
Lima anggota TNI diserang massa di Sarolangun, Jambi. Danrem 042/Garuda Putih memastikan pelaku diproses sesuai hukum. /Instagram.
Harianjogja.com, JAMBI— Komandan Korem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin memastikan penyerangan terhadap sejumlah anggota TNI di Kabupaten Sarolangun, Jambi, diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Situasi di lokasi kini dinyatakan kondusif setelah proses mediasi dilakukan untuk meredam ketegangan.
Penyerangan tersebut terjadi di kawasan PT SAL, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, pada Jumat (28/8/2026). Dalam kejadian yang terekam dan kemudian beredar di media sosial itu, lima personel Yonif TP-896/SP terlihat dikeroyok sejumlah warga.
Danrem 042/Garuda Putih mengatakan proses hukum terhadap para pelaku tetap berjalan. Mediasi dilakukan untuk menjaga kondisi di lapangan tetap aman sembari menunggu penanganan perkara sesuai aturan yang berlaku.
"Situasi kondusif dan sudah dimediasi sambil menunggu proses hukum bagi para pelakunya," kata Danrem di Jambi, Minggu.
Peristiwa tersebut bermula ketika anggota TNI yang sedang melakukan patroli di kawasan perkebunan PT SAL memergoki sejumlah warga yang diduga melakukan pencurian kelapa sawit. Anggota kemudian mendokumentasikan aksi tersebut sebagai bagian dari kejadian yang mereka temukan di lapangan.
Situasi berubah menjadi cekcok setelah ponsel milik petugas yang digunakan untuk mendokumentasikan aksi pencurian dirusak oleh warga dari kelompok tertentu. Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi penyerangan terhadap personel TNI.
Dalam insiden itu, puluhan massa menghadang anggota Yonif TP-896/SP. Para personel kemudian diserang menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan atau kecepek.
Video mengenai kejadian tersebut selanjutnya beredar luas di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan lima personel Yonif TP-896/SP menjadi sasaran pengeroyokan sejumlah warga di kawasan PT SAL, Kecamatan Air Hitam.
Setelah penyerangan terjadi, Danyonif TP-896/SP segera melakukan mediasi di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk meredam eskalasi dan mencegah situasi berkembang lebih jauh.
Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin memastikan kondisi di lapangan saat ini sudah aman dan kondusif. Sementara itu, proses hukum terhadap pelaku penyerangan tetap akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penanganan perkara tersebut menjadi tindak lanjut atas insiden yang melibatkan sejumlah personel TNI dengan warga di kawasan PT SAL. Pihak TNI menyatakan proses hukum berjalan sembari situasi di lapangan dijaga tetap kondusif.
Peristiwa penyerangan ini sebelumnya menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial. Dari informasi yang disampaikan, insiden melibatkan lima personel Yonif TP-896/SP yang tengah menjalankan patroli di kawasan perkebunan.
Kronologi bermula dari ditemukannya dugaan pencurian kelapa sawit oleh sejumlah warga. Dokumentasi terhadap kejadian tersebut kemudian memicu cekcok setelah ponsel petugas dirusak, sebelum akhirnya terjadi penghadangan dan penyerangan oleh puluhan massa.
Hingga Minggu, situasi di lokasi telah dinyatakan kondusif. Mediasi telah dilakukan, sedangkan para pelaku penyerangan akan menghadapi proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.
Penutupan HUT ke-81 Jateng di Boyolali dimeriahkan lari 5K, 4.500 kuliner gratis, GPM, UMKM, cek kesehatan, dan hiburan rakyat.
28 penerima bansos di Kulonprogo terindikasi judol. Mayoritas lansia dan gaptek, kalurahan telusuri dugaan aktivitas oleh anggota keluarga.
Seleksi petugas haji 2027 dibuka hingga 31 Agustus. Cek syarat, formasi, jadwal CAT, surat rekomendasi, BPJS, dan link pendaftaran.
BGN meminta mitra melaporkan oknum yang meminta uang untuk operasional SPPG dan menegaskan kepala SPPG wajib hadir sejak pukul 02.00.
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.