Bambang Tewas dan Faturrohman Dianiaya saat Demo 27 Agustus, Ini Kata Yusril
Yusril meminta warga tak terprovokasi kasus Bambang dan Faturrohman yang menjadi korban kekerasan usai demo 27 Agustus.
Kericuhan di Muktamar NU Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. /Instagram.
Harianjogja.com, JOMBANG— Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya meminta massa yang melakukan aksi protes di arena Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tetap tenang.
Gus Yahya meminta massa tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya persidangan Muktamar Ke-35 NU. Ia juga menyampaikan kesediaannya untuk ikut mencari jalan keluar yang dinilai bijaksana agar situasi dapat kembali tenang.
"Saya mohon agar lebih tenang. Saya pribadi, berjanji akan berusaha ikut mencari jalan keluar yang bijaksana dari ini yang bisa membuat tenang semua," kata Gus Yahya dalam pesannya kepada massa aksi, Sabtu.
Di tengah dinamika Muktamar Ke-35 NU tersebut, Gus Yahya turut menyampaikan pandangannya mengenai K.H. Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf. Ia mengakui Gus Yusuf sebagai salah satu kader NU yang unggul dan aktif.
"Terkait dengan Gus Yusuf Chudlori, sebetulnya saya mengakui bahwa beliau adalah kader yang unggul dan aktif, termasuk yang unggul dibanding yang lain," ujarnya.
Gus Yahya mengatakan secara pribadi dirinya berharap seluruh kader NU dapat diakomodasi dan memperoleh kesempatan untuk berperan di dalam organisasi.
Namun, ia menyebut para muktamirin telah mengambil keputusan terkait proses yang berlangsung dalam Muktamar Ke-35 NU.
"Seandainya tergantung saya pribadi, saya ingin semua bisa diakomodasi, semua mendapat kesempatan. Tapi para muktamirin sudah membuat keputusan," katanya.
Gus Yahya kemudian berpesan kepada seluruh calon Ketua Umum PBNU agar tidak melupakan Gus Yusuf sebagai salah satu potensi besar NU. Menurutnya, Gus Yusuf tetap memiliki potensi yang dapat memberikan manfaat bagi jam'iyyah.
Pesan tersebut disampaikan Gus Yahya kepada siapa pun yang nantinya dipilih melalui Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) untuk menjadi Ketua Umum PBNU periode mendatang.
"Apa pun, siapa pun yang akan dipilih oleh Ahlul Halli Wal Aqdi, yang nanti diputuskan untuk menjadi ketua umum periode mendatang, tidak boleh melupakan Gus Yusuf Chudlori sebagai potensi besar yang harus bisa diunduh manfaatnya untuk jam'iyyah ini," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah massa menggelar aksi penyampaian aspirasi di arena Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Massa mendesak panitia dan jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak menggunakan Peraturan Perkumpulan (Perkum) sebagai instrumen untuk menghalangi pencalonan K.H. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) dan Gus Salam Sohib dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.
Koordinator aksi Fathoni menilai dinamika yang berlangsung dalam persidangan muktamar menunjukkan adanya upaya untuk mengatur proses pemilihan demi kepentingan kelompok tertentu.
Menurut Fathoni, ketentuan dalam Perkum, termasuk mengenai masa idah politik selama satu tahun dan sanksi organisasi, kembali dibahas dalam persidangan. Ia menilai ketentuan tersebut dapat memengaruhi kelayakan sejumlah kader untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
"Pengesahan penggunaan Perkum yang memuat syarat ketua umum dimainkan sedemikian rupa. Ketentuan masa idah politik satu tahun dan sanksi organisasi dibahas kembali sehingga mengeliminasi beberapa kader terbaik menjadi calon ketua umum PBNU, baik itu Gus Yusuf Chudlori maupun Gus Salam Sohib," ujarnya.
Nahdliyyin Muda Sampaikan Tujuh Tuntutan
Dalam aksi tersebut, Nahdliyyin Muda menyampaikan tujuh tuntutan. Salah satu tuntutannya adalah menolak penggunaan Perkum sebagai alat untuk menghalangi pencalonan Gus Yusuf dan Gus Salam secara sepihak dan diskriminatif.
Mereka menegaskan Perkum seharusnya digunakan sebagai instrumen penataan organisasi, bukan sebagai alat politik untuk menyingkirkan calon tertentu dalam Muktamar NU.
Massa juga mendesak panitia dan seluruh jajaran PBNU menerapkan aturan secara adil, terbuka, dan konsisten. Mereka meminta aturan tidak diberlakukan secara surut atau ditafsirkan berdasarkan kepentingan kelompok tertentu.
Selain itu, mereka meminta adanya penjelasan resmi serta ruang klarifikasi yang setara bagi Gus Yusuf sebelum keputusan mengenai kelayakan pencalonannya diambil.
Dinamika tersebut berlangsung di tengah proses Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Di sisi lain, Gus Yahya meminta massa tetap tenang dan menegaskan harapannya agar situasi dapat diselesaikan melalui jalan keluar yang bijaksana.
Sebelumnya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, diwarnai kericuhan pada Minggu (30/8/2026) siang. Sejumlah massa yang mengatasnamakan pendukung Calon Ketua Umum (Caketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf berupaya menerobos barikade keamanan menuju Ruang Sidang Pleno IV di Gedung Serbaguna (GSG) Bahrul Ulum.
Aksi tersebut muncul setelah Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU memutuskan pemberlakuan masa iddah selama satu tahun dari jabatan politik bagi calon Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Ketentuan tersebut kemudian dipersoalkan massa yang menilai aturan itu dapat memengaruhi peluang sejumlah kandidat dalam bursa Ketua Umum PBNU.
Dilansir Bisnis.com di lokasi menunjukkan ratusan massa berusaha menembus barikade yang dijaga unsur keamanan panitia lokal dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di sekitar pintu Gerbang Ponpes Bahrum Ulum, Tambakberas, Jombang. Situasi semakin tegang hingga sekitar pukul 13.40 WIB terjadi aksi saling jotos, tarik-menarik, dan dorong-dorongan di sekitar pintu masuk arena Muktamar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yusril meminta warga tak terprovokasi kasus Bambang dan Faturrohman yang menjadi korban kekerasan usai demo 27 Agustus.
Pengungsi gempa NTT berkurang 4.142 orang menjadi 188.161 orang. BNPB mencatat 111 meninggal dan 95.567 rumah rusak.
MER-C Yogyakarta meresmikan gedung sekretariat baru di Sleman untuk memperkuat kegiatan kemanusiaan dan layanan kesehatan masyarakat.
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.
Retribusi Pantai Glagah segera diuji coba secara digital. Wisatawan bisa membayar dengan QRIS, kartu debit, kartu kredit, dan e-money.
Empat chef jaringan Accor berkolaborasi menghadirkan A Taste of Java di The Phoenix Hotel Jogja pada 29–30 Agustus 2026.