Perbaikan Perangkat Lunak pada Pesawat 737 Max Dipertimbangkan Boeing dan FAA

Ilustrasi Boeing - Is/Stuff
14 November 2018 14:17 WIB Aprianto Cahyo Nugroho News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Boeing Co. dan regulator penerbangan Amerika Serikat mempertimbangkan untuk mengeluarkan perbaikan perangkat lunak pesawat Boeing 737 Max. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa pesawat tidak akan menyelam secara agresif tanpa perintah pilot.

Boeing dan Federal Aviation Administration terus mengevaluasi kebutuhan untuk perangkat lunak dan atau perubahan desain lainnya pada pesawat," ungkap FAA dalam sebuah pernyataan, Selasa (13/11/2018).

Fitur keamanan yang ditambahkan ke Max 737 yang diperbarui, yang dirancang untuk mencegah pilot kehilangan kendali, diperkirakan menjadi penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT610 ke Laut Jawa setelah lepas landas dari Jakarta pada 29 Oktober. Pilot mencoba untuk menangani beberapa malfungsi ketika kecelakaan itu terjadi, kata para penyidik.

FAA dan Boeing juga mengevaluasi perlunya peningkatan lain termasuk prosedur operasi dan pelatihan, kata regulator dalam pernyataannya. FAA pada 7 November mengeluarkan perintah kelaikan udara darurat yang memerintahkan maskapai AS untuk memasukkan informasi tentang fitur tersebut dalam buku manual pilot mereka.

Dua serikat pilot AS di maskapai penerbangan yang menerbangkan 737 Max mengatakan bahwa Boeing tidak secara tepat menguraikan bagaimana sistem baru itu bekerja dalam pelatihan dan manual.

Raksasa kedirgantaraan berbasis di Chicago tersebut tidak segera menanggapi pernyataan FAA. Perusahaan itu mengatakan pada hari Senin bahwa mereka yakin akan keselamatan pesawat Boeing 737 Max, menurut pesan yang digemakan oleh Chief Executive Officer Dennis Muilenburg pada hari Selasa.

"Intinya di sini adalah 737 Max aman," kata Muilenburg Selasa di Fox Business Network, seperti dikutip Bloomberg. "Pesawat ini melewati ribuan jam pengujian dan evaluasi, sertifikasi, dan penerbangan, dan kami sangat transparan dalam memberikan informasi dan sepenuhnya bekerja sama dalam kegiatan investigasi."

Meskipun penyelidikan terhadap kecelakaan pesawat Lion Air masih jauh dari sempurna, para penyelidik mempekirakan bahwa sensor yang salah mendorong sistem keamanan komputer dan membuat pesawat menukik secara agresif, menurut Komite Keselamatan Transportasi Nasional Indonesia.

Faktor lain, seperti perawatan di pesawat dan kinerja pilot, juga bisa menjadi faktor dalam kecelakaan.

Boeing dan FAA minggu lalu mengeluarkan arahan kepada maskapai penerbangan untuk memperingatkan pilot dalam penyelesaian masalah tersebut dengan menggunakan prosedur darurat yang ada.

Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (Maneuvering Characteristics Augmentation System/MCAS), yang ditambahkan ke 737 Max untuk memperkecil kemungkinan bahwa pilot mengarahkan hidung pesawat terlalu tinggi sehingga sayap kehilangan daya angkat, mengambil data dari sensor dan dalam keadaan terbatas memerintahkan untuk meningkatkan kecepatan. Perangkat lunak dalam sistem komputer yang menggerakkan MCAS dapat diubah tanpa harus mendesain ulang komponen di pesawat.

Sumber : Bisnis.com