Advertisement
Israel: "Suriah Berani Pakai S-300 Kiriman Rusia untuk Lawan Israel, Kami Akan Balas"
Sistem persenjataan rudal jarak jauh darat ke udara S-300 - Sputniknews/Russian Defence Ministry
Advertisement
Harianjogja.com, MOSKWA-Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan Rusia belum memutuskan apakah akan memasok sistem rudal jarak jauh darat ke udara S-300 ke Suriah. Namun Israel sudah buru-buru mewanti-wanti akan membalas menyerang Suriah jika Damaskus menggunakan senjata andalan Rusia itu untuk menyerang mereka.
"Yang terpenting bagi kami adalah senjata pertahanan yang diberikan Rusia kepada Suriah tidak akan digunakan untuk melawan kami. Jika mereka [Suriah] gunakan untuk melawan kami, kami akan membalas,” kata Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman kepada Ynet, seperti dikutip Sputniknews, Selasa (24/4/2018).
Advertisement
Lieberman menegaskan Israel tidak ikut campur dalam urusan internal Suriah. "Tetapi di sisi lain kami tidak akan mengizinkan Iran membanjiri negara dengan sistem persenjataan canggih yang akan ditujukan terhadap Israel," ujarnya.
"Jika ada yang menyerang kami, kami akan membalas. Terlepas itu sistem persenjataan S-300, S-700 atau apa pun di sana," kata Lieberman.
BACA JUGA
Dalam sebuah wawancara dengan Army Radio, Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz meragukan potensi Rusia memasok sistem pertahanan rudal S-300 ke Suriah, sebab langkah itu akan merusak hubungan Moskwa dengan Tel Aviv.
"Saya ragu mereka akan memasok sistem pertahanan rudal ini, sebab mereka akan melewati batas tertentu dalam hubungan dengan kami," kata Radio Angkatan Udara mengutip Katz.
Sementara Pejabat senior Israel lainnya menyatakan keprihatinannya atas potensi pasokan sistem S-300 Rusia ke Suriah.
"Setiap jenis senjata yang mengancam keamanan Israel akan selalu menjadi masalah," kata Wakil Direktur Jenderal dan Direktur Departemen Luar Negeri Eurasia, Alexander Ben-Zvi.
Di saat yang sama, Ben-Zvi tidak mengklarifikasi jika Tel Aviv akan mengangkat permasalahan pasokan S-300 selama mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Rusia. Dia mencatat bahwa "hal-hal mengenai konflik Suriah terus-menerus dibahas selama pertemuan antara politisi dan diplomat Israel di Kementerian Luar Negeri dan Dewan Keamanan Rusia."
Pernyataan para pejabat Israel itu datang selang sehari setelah IDF meluncurkan serangan terhadap artileri Suriah yang dipicu adanya mortir yang jatuh di samping pagar keamanan di Dataran Tinggi Golan utara, daerah yang hingga kini masih disengketakan. Dataram Tinggi Golan, selama ini menjadi fokus perhatian dalam hubungan antara Tel Aviv dan Damaskus sejak Perang Enam Hari pada 1967.
Belum Diputuskan
Pada 23 Maret, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan Presiden Vladimir Putin telah membahas masalah pasokan S-300 ke Suriah dengan Kementerian Pertahanan. Namun, belum ada keputusan diambil.
Pekan lalu, Mark Heller, peneliti utama di Institute for National Security Studies di Tel Aviv University, mengatakan kepada Sputnik Israel khawatir pertahanan udara Suriah yang lebih efektif yang dibangun di sekitar peralatan Rusia akan membatasi kemampuan Israel beroperasi melawan pasukan Iran dan Hezbollah di Suriah.
Pada 14 April, Kepala Direktorat Operasional Utama Staf Umum Rusia Sergei Rudskoy mengumumkan Moskwa mungkin mempertimbangkan kembali penjualan sistem S-300 ke Damaskus di belakang serangan udara AS dan sekutu terhadap Suriah sebagai tanggapan atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh pasukan pemerintah di Kota Douma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Sputniknews
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ketua KPK Ungkap Pola Baru OTT, Aliran Dana Kini Disamarkan
- Kalah di Pemilu Paruh Waktu 2026 Bisa Bikin Donald Trump Dimakzulkan
- Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Diduga Gagal Lepas Landas
- Dugaan Tak Profesional, Tim SIRI Kejagung Periksa Sejumlah Kajari
- BNN Ingatkan Bahaya Whip Pink, Gas Tertawa Bukan untuk Gaya Hidup
Advertisement
Kamera Trap BKSDA Tak Temukan Macan di Semanu Gunungkidul
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
- Dosen Unisa: Rencana Angkat Pegawai SPPG Jadi ASN Abaikan Keadilan
- BMKG Pastikan Gempa Bantul dan Pacitan Berasal dari Sumber Berbeda
- Wabup Kulonprogo Genjot Pendidikan dan Ekonomi demi Tekan Kemiskinan
- Kerja Bakti Massal Pemkot Jogja Sasar Bau dan Sampah Malioboro
- Pakar UGM: Kecanduan Gim Berisiko Picu Obesitas hingga Gangguan Mental
- Kelelawar dan Babi Sebarkan Virus Nipah, Ini Penjelasan Lengkap WHO
- Banjir Kabupaten Tangerang, 133 Ribu Warga Terdampak di 27 Kecamatan
Advertisement
Advertisement



