Advertisement
SAR Tambah 17 Alat Berat Percepat Pencarian Korban Longsor Cisarua
Tim SAR gabungan saat melakukan proses pencarian terhadap korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (28/1/2026). ANTARA - Rubby Jovan
Advertisement
Harianjogja.com, BANDUNG BARAT—Upaya menemukan 32 korban longsor di Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus dipercepat seusai tim SAR gabungan menambah kekuatan alat berat hingga total 17 unit untuk membuka akses dan memperluas area pencarian di zona rawan.
Sejak pagi, operasi difokuskan pada tiga sektor utama, yakni A1, A2, dan B3, serta sektor tambahan A3 yang berada di wilayah lebih tinggi di dekat kaki Gunung Burangrang. Penambahan armada dilakukan agar proses evakuasi bisa menjangkau timbunan material yang semakin padat dan luas.
Direktur Operasi Basarnas, Bramantyo, mengatakan pembagian tim dilakukan seusai apel pagi. Tambahan empat alat berat langsung dikerahkan untuk mempercepat penggalian di titik-titik prioritas.
“Kita sudah membagi tim setelah apel. Sejak dini hari juga ada tambahan empat alat berat sehingga total kini menjadi 17 unit,” katanya di Bandung Barat, Rabu (28/1/2026).
Ia menuturkan, cuaca masih menjadi tantangan utama. Kabut tebal dan hujan yang mengguyur kawasan Pasirlangu sejak Selasa (27/1/2026) malam membuat pergerakan personel harus menyesuaikan situasi lapangan agar tetap aman.
Hingga Rabu pagi, jumlah korban yang belum ditemukan masih 32 orang. Sebelumnya, sebanyak 48 kantong jenazah telah diserahkan tim SAR kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menambahkan bahwa tim SAR gabungan juga memperoleh dukungan kesehatan berupa vaksinasi dan pemberian vitamin dari Kementerian Kesehatan serta Dinas Kesehatan setempat.
“Kami mendapat bantuan vaksin dan vitamin untuk menjaga kondisi tim pencari. Ini sangat berarti mengingat risiko di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, tenaga medis ditempatkan di setiap sektor pencarian untuk mengantisipasi kondisi darurat yang mungkin dialami personel saat bertugas di medan berat.
“Di setiap lokasi ada tim dokter sehingga bila terjadi sesuatu bisa langsung ditangani,” katanya.
Terkait durasi operasi, Ade menyebut pemerintah daerah mengusulkan masa pencarian selama 14 hari. Evaluasi akan dilakukan pada hari ketujuh, Jumat (30/1/2026), untuk menentukan apakah operasi perlu diperpanjang, bergantung pada hasil temuan di lapangan serta kondisi keselamatan tim.
“Kami mengikuti ketentuan tersebut. Nanti akan dievaluasi apakah perlu perpanjangan atau tidak, tergantung hasil pencarian,” ujarnya.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Imsak, Subuh hingga Buka Puasa Jogja Sabtu 14 Maret 2026
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 14 Maret 2026 dari Palur hingga Tugu
- Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 14 Maret 2026 dari Tugu ke Palur
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 14 Maret 2026
- Jadwal KA Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 14 Maret 2026, Cek Rutenya
- 5 Aplikasi Saham Terpercaya untuk Pemula 2026
- 6 Rekomendasi Aplikasi Investasi Saham Terbaik 2026
Advertisement
Advertisement






