Advertisement
Iran Ancam Ubah Wilayah Jadi Kuburan Massal bagi Tentara AS
Bendera Iran.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Retorika militer Iran memanas setelah pejabat senior Teheran mengancam akan menjadikan seluruh wilayah negaranya sebagai kuburan bagi pasukan Amerika Serikat jika terjadi agresi militer.
Iran menegaskan kesiapan membalas setiap bentuk agresi dari Washington dengan skala yang diklaim belum pernah terjadi sebelumnya. Seusai muncul laporan tentang persiapan ribuan liang kubur di pemakaman utama, otoritas Iran memperingatkan siap menjadikan seluruh wilayah negara sebagai medan pertempuran mematikan bagi pasukan AS.
Advertisement
Wakil Ketua Dewan Kota Teheran, Parviz Sarvari, menyinggung laporan penyiapan ribuan liang kubur di kompleks Behesht Zahra. Sarvari menyatakan, penyediaan 5.000 makam hanyalah permulaan jika AS benar-benar menyerang.
“Jika mereka berpikir bisa menyerang Iran, 5.000 kuburan untuk tentara Amerika tidak akan cukup dan kami akan mengubah seluruh negara menjadi kuburan bagi orang Amerika,” tegasnya dikutip dari Kantor berita Mehr, Rabu (3/2/2026).
BACA JUGA
Sarvari menekankan, penyiapan makam ini adalah pesan simbolis kesiapan perang Iran yang tidak bisa dianggap remeh. Strategi pertahanan Teheran dilaporkan mencakup serangan langsung terhadap seluruh aset strategis Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk pangkalan militer dan kapal perang. Seusai peringatan ini, ia juga memperingatkan negara mana pun di kawasan yang memberi dukungan logistik atau wilayah bagi serangan AS akan menjadi target balasan.
Saat ini, semua matra militer Iran diklaim berada dalam posisi siaga satu. Angkatan Laut memperketat pengawasan di wilayah perairan, sementara pasukan darat disiagakan menghadapi potensi invasi. Seusai laporan kantor berita Mehr terkait lokasi khusus berkapasitas ribuan kuburan untuk korban militer potensial, retorika perang ini dinilai sebagai konsensus nasional Iran menghadapi tekanan Barat.
Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait ancaman "kuburan massal" tersebut. Seusai serangkaian ancaman balasan, masyarakat internasional kini menyoroti langkah diplomasi untuk mencegah konfrontasi bersenjata lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dana Desa Tahap 1 Mulai Disalurkan April di Bantul
- Peternak Gunungkidul Dapat Santunan Saat Ternak Mati Mendadak
- Botol Obat Ibuprofen Anak Tercemar, Ditarik Besar Besaran di AS
- Momentum Lebaran Harga Emas Antam Tidak Berubah, Ini Daftarnya
- Presiden Prabowo Peluk Warga saat Open House Idulfitri di Istana
- Open House Lebaran di Bantul Tetap Digelar, Dikemas Sederhana
- Momen Lebaran, Kecelakaan di Ring Road Utara Libatkan Dua Pemotor
Advertisement
Advertisement









