Advertisement
Menlu Iran Kecam Keberadaan Militer AS di Dekat Perbatasannya
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. ANTARA/Anadolu - py.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan kecaman keras terhadap kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di wilayah Teluk Persia. Ia menilai kehadiran pasukan AS justru menciptakan tekanan yang tidak perlu bagi Teheran dan berupaya “mengatur” cara Iran melaksanakan latihan militernya sendiri dekat perairan strategisnya.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform media sosial X, Araghchi menyertakan peta yang menegaskan jarak geografis antara AS dan Iran serta menandai posisi Selat Hormuz — jalur penting yang menjadi tumpuan lalu lintas minyak dunia. Ia menilai penempatan militer AS di luar pantai Iran merupakan bentuk “intervensi” yang tidak dapat dibenarkan.
Advertisement
“Beroperasi di lepas pantai kami, militer AS kini mencoba mendikte bagaimana Angkatan Bersenjata kami harus melakukan latihan tembak di wilayah mereka sendiri. Ini memperlihatkan tingkat absurditas kebijakan dunia saat ini,” ujar Araghchi dalam unggahannya, seperti dilaporkan sejumlah media internasional.
Araghchi juga menyinggung kritik yang datang dari Komando Pusat AS (CENTCOM) yang meminta militer Iran menunjukkan “profesionalisme” dalam latihan mereka, sementara Washington dan sejumlah negara uni Eropa telah menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.
BACA JUGA
Dalam pernyataannya, Araghchi justru menegaskan peran IRGC sebagai penjaga perdamaian serta stabilitas di wilayah Teluk Persia dan perairan Selat Hormuz. Ia menyebut IRGC telah terbukti bertindak melawan kelompok teroris maupun kekuatan asing yang mencoba mengintervensi kawasan tersebut.
Menlu Iran juga menekankan pentingnya kebebasan navigasi dan keselamatan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama ekspor minyak dunia. Menurutnya, kehadiran kekuatan militer non-regional justru kerap meninggalkan dampak negatif berupa eskalasi ketegangan, bukan meredam konflik.
Pernyataan Araghchi disampaikan di tengah penguatan kehadiran militer AS di kawasan Teluk Persia, termasuk pengiriman kelompok armada laut yang dinyatakan oleh Presiden AS Donald Trump sebagai upaya untuk menunjukkan kesigapan militer Washington terhadap kemungkinan konflik.
Sebelumnya, Iran telah mengumumkan rencana latihan angkatan laut bersenjata di Selat Hormuz dalam beberapa hari ke depan, sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan. Selat Hormuz sendiri merupakan titik strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap harinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gunungkidul Anggarkan Rp588 Miliar Tekan Kemiskinan di 2026
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Ojol Tuntut THR Wajib, Skema BHR Dinilai Tak Adil
- Bantul Usulkan Tiga SPAM Baru untuk Layanan Air Minum
- Persib Bandung Sementara Unggul 1-0 atas Persis Solo
- Kimaya Sudirman Yogyakarta Hadirkan Promo Buka Puasa Lentera Ramadhan
- Pentagon dan Gedung Putih Susun Skenario Serang Iran
- Target PAD Retribusi Pasar Bantul 2026 Dipatok Rp5,5 Miliar
- PSS Sleman vs Barito Putera, Duel Sengit Perebutan Puncak
Advertisement
Advertisement



