Advertisement
Kemenhub Perkuat Pengawasan Laut demi Keselamatan Pelayaran
Foto ilustrasi, kapal penumpang bersandar di Pelabuhan Jepara, Jawa Tengah. - Antara - Akhmad Nazaruddin Lathif
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan langkah penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan sebagai upaya berkelanjutan untuk menjaga keselamatan pelayaran nasional sekaligus melindungi penumpang, awak kapal, serta seluruh aktivitas kemaritiman Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) ke-53 serta Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) ke-38 yang digelar melalui upacara di Lampung Selatan.
Advertisement
Masyhud menyampaikan, tantangan keselamatan pelayaran yang kian kompleks menuntut penguatan koordinasi dan sinergi lintas sektor, baik antarinstansi pemerintah maupun seluruh pemangku kepentingan di bidang kemaritiman.
“Tantangan keselamatan pelayaran yang semakin kompleks menuntut penguatan koordinasi dan sinergi antarinstansi serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Masyhud dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
BACA JUGA
Ia menegaskan, peringatan HUT KPLP dan PPLP tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang pengabdian kedua institusi tersebut dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran, menegakkan hukum di laut, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna transportasi laut.
“Selama lebih dari lima dekade, KPLP dan PPLP telah menjadi garda terdepan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam memastikan perairan Indonesia aman, tertib, dan andal sebagai jalur transportasi nasional maupun internasional,” kata Masyhud.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas KPLP dan PPLP sangat ditentukan oleh soliditas internal di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang mencakup kesatuan visi, disiplin, profesionalisme, serta integritas seluruh personel dalam menjalankan amanah negara.
Masyhud juga menekankan, keselamatan pelayaran tidak dapat diwujudkan secara parsial, melainkan melalui kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, operator pelayaran, pengguna jasa, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Usai pelaksanaan upacara, Masyhud melakukan dialog langsung dengan masyarakat nelayan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan arahan agar nelayan senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di laut, menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai, serta selalu memantau kondisi cuaca sebelum dan selama berlayar.
“Keselamatan di laut adalah tanggung jawab bersama. Saya mengimbau para nelayan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca, mematuhi rambu-rambu pelayaran, dan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi tidak memungkinkan,” tegasnya.
Dialog berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana para nelayan menyampaikan berbagai masukan dan pertanyaan terkait aspek keselamatan pelayaran. Masyhud menilai, partisipasi aktif masyarakat nelayan memiliki peran penting dalam menciptakan perairan yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Dalam menghadapi penyelenggaraan Angkutan Lebaran yang akan datang, Masyhud juga meminta seluruh jajaran KPLP, PPLP, serta pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam pengawasan keselamatan pelayaran.
Langkah tersebut meliputi pemeriksaan kelaiklautan kapal dan kesiapan awak kapal, penguatan patroli dan penegakan hukum di laut, serta pemberian pelayanan yang profesional dan humanis kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
“Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama, karena di balik setiap kebijakan dan tindakan yang kita ambil terdapat tanggung jawab besar terhadap keselamatan jiwa manusia dan kelancaran aktivitas ekonomi nasional,” ujar Masyhud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dana Hibah Padukuhan Sleman Rp30,3 Miliar Masih Tunggu Regulasi
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- OPINI: Reorientasi Management Hibah Sanggar
- Kasus Leptospirosis Gunungkidul 2025 Capai 30 Orang, 1 Warga Meninggal
- Pemerintah Siapkan Dialog dengan MUI soal Keanggotaan Indonesia di BoP
- YKC10K 2026 Digelar 8 Februari, Tantang 1.000 Pelari di Jogja
- Ilmu Komunikasi Unisa Gandeng UiTM Perkuat Publikasi Internasional
- Saudi Tegaskan Pilih Jalur Damai, Bantah Dorong AS Serang Iran
- Perempuan Ditemukan Tewas di Banguntapan, Polisi Telusuri Penyebabnya
Advertisement
Advertisement



