Indonesia Tanpa Marselino, Ragnar, dan Justin Hubner Hadapi Timor Lest
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Ilustrasi salju./Freepik
Harianjogja.com, AFGHANISTAN—Hujan dan salju lebat yang melanda sejumlah provinsi di Afghanistan menewaskan sedikitnya 61 orang, melukai lebih dari 100 lainnya, serta memaksa ratusan keluarga mengungsi akibat kerusakan rumah dan tertutupnya jalur transportasi.
Bencana cuaca ekstrem melanda Afghanistan, menewaskan sedikitnya 61 orang dan melukai 110 lainnya akibat hujan dan salju lebat yang terjadi selama tiga hari terakhir, menurut pejabat setempat pada Sabtu (24/1/2026).
Juru bicara Otoritas Nasional Penanggulangan Bencana Afghanistan (ANDMA), Hafiz Muhammad Yousaf Hamad, mengatakan salju tebal menutup jalan-jalan di wilayah pegunungan, sehingga memperlambat akses bantuan darurat bagi warga terdampak.
“Selama tiga hari terakhir, sedikitnya 61 orang tewas dan 110 lainnya terluka,” ujar Hamad melalui pesan video yang diunggah di platform X.
Provinsi yang terdampak termasuk Kabul, Parwan, Panjshir, Ghazni, dan Nuristan. Jalan-jalan di daerah perbukitan masih tertutup, meski pihak berwenang berusaha membuka akses kembali dan menyalurkan bantuan darurat.
Bencana ini juga merusak 458 rumah, baik sebagian maupun seluruhnya, memaksa 360 keluarga mengungsi dari tempat tinggal mereka. Jalan raya Salang, jalur utama yang menghubungkan wilayah utara dengan Kabul dan kawasan selatan, hingga kini tetap ditutup.
Hamad mengimbau warga Afghanistan untuk menghindari perjalanan yang tidak mendesak di wilayah terdampak salju lebat dan tetap berhati-hati di jalan yang tertutup atau berpotensi berbahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Perbaikan 256 RTLH di Gunungkidul ditargetkan selesai akhir Agustus 2026. Hingga akhir Juli, 101 rumah telah rampung dibangun.
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri nonblok di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
BI menyiapkan GPIPS untuk memperkuat pengendalian inflasi pangan dan menjaga stabilitas harga melalui penguatan produksi serta distribusi.
Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Banyumas ditargetkan dimulai Oktober 2026 dan mulai beroperasi pada tahun depan.
KPU Kulonprogo menyiapkan kurikulum demokrasi yang terintegrasi dalam mata pelajaran Pancasila atau PKN di sekolah dan madrasah.