Fasilitas Energi Arab Saudi Terbakar Usai Diserang Houthi
Fasilitas energi di Arab Saudi bagian selatan terbakar setelah serangan Houthi. Sebanyak 73 warga sipil dilaporkan terluka.
Foto ilustrasi seismograf pencatat getaran gempa. - Foto dibuat oleh AI StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA— Gempa susulan dari gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan magnitudo 7,7 telah mencapai 13.863 kali hingga Rabu (9/9/2026) pagi. Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2.
Data tersebut disampaikan BMKG melalui laman resminya berdasarkan pembaruan hingga pukul 05.00 WIB. Dari ribuan gempa susulan yang tercatat, magnitudo terkecil mencapai 0,9.
"Update gempa bumi susulan gempa Flores M7.7 hingga tanggal 9 September 2026, pukul 05.00 WIB, total gempa bumi susulan 1.3863," demikian tulis BMKG pada laman resminya yang dikutip di Jakarta, Rabu.
Gempa Susulan di Atas M5 Capai 38 Kali
BMKG mencatat sebanyak 38 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5. Sementara itu, gempa susulan yang dirasakan masyarakat tercatat sebanyak 183 kali.
Berdasarkan grafik peluruhan gempa, BMKG melihat mulai muncul pola penurunan aktivitas gempa susulan. Meski demikian, rangkaian gempa tersebut diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
"Dari grafik peluruhan, mulai nampak pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu," tulis BMKG.
Gempa susulan masih terjadi hingga Selasa malam dan Rabu pagi. BMKG mencatat gempa magnitudo 5 mengguncang pada Selasa (8/9) malam, disusul gempa magnitudo 4,8 pada Rabu pagi.
Kedua gempa tersebut masuk dalam kategori MMI III. Pada tingkat ini, getaran dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, sementara lantai atau kaca jendela terkadang terasa bergetar.
Gempa M5 Guncang Manggarai
Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 5 mengguncang Kabupaten Manggarai, NTT, pada Selasa sekitar pukul 22.36 WIB atau 23.36 WITA. Gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.
BMKG melalui laman resminya yang dikutip di Jakarta, Selasa, menyebutkan gempa tersebut berlokasi pada koordinat 7.99LS, 120.55BT.
Lokasi gempa berada sekitar 69 kilometer dari Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG juga mengingatkan bahwa informasi awal yang disampaikan mengutamakan kecepatan. Karena itu, hasil pengolahan data belum stabil dan masih dapat berubah seiring dengan kelengkapan data.
"Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis akun resmi BMKG.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Hingga informasi tersebut disampaikan, BMKG belum melaporkan secara rinci pemicu maupun dampak yang ditimbulkan gempa terhadap masyarakat.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta menunggu hasil analisa peristiwa secara menyeluruh yang resmi dilaporkan oleh BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fasilitas energi di Arab Saudi bagian selatan terbakar setelah serangan Houthi. Sebanyak 73 warga sipil dilaporkan terluka.
Operasional YIA kembali normal setelah erupsi Anak Krakatau sempat memicu penyesuaian hingga pembatalan penerbangan pada 6-7 September 2026.
99 Asmaul Husna lengkap dengan arti dan cara meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari sebagai refleksi untuk memperbaiki perilaku.
Ibu-ibu Jogja kembali menggelar aksi pukul panci dari Tugu ke UGM, menyoroti 43 ribu korban keracunan MBG dan kebijakan pemerintah.
JJLS Kelok 23 segera diuji coba. Waktu tempuh Kretek-Girijati dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 7,5 menit.
BMKG mencatat gempa susulan Flores M7,7 mencapai 13.863 kali hingga Rabu pagi, dengan magnitudo terbesar 6,2.