Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 50.000 Korban PHK, Ini Syaratnya
Kemnaker membuka pelatihan vokasi bagi 50.000 pekerja terdampak PHK pada 2024-2026. Simak syarat, pilihan pelatihan, fasilitas, dan cara daftar.
Puan Maharani. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA— Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan dukungan terhadap usulan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menambah anggaran mitigasi kebencanaan. Menurut Puan, penambahan alokasi anggaran tidak menjadi persoalan selama penggunaannya memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Puan menegaskan efektivitas penggunaan anggaran menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Ia menyampaikan hal tersebut saat konferensi pers di Gedung DPR, Selasa (8/9/2026).
"Alokasi anggaran selama itu memang bermanfaat, bagi kami tidak apa-apa. Namun, harus manfaatnya harus lebih baik daripada sebelumnya," katanya.
Usulan penambahan anggaran tersebut sebelumnya disampaikan Prabowo ketika memimpin rapat terbatas penanganan bencana alam bersama para kepala daerah secara virtual pada Senin (7/9/2026).
Dalam rapat itu, Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia harus memiliki kesiapan menghadapi bencana setiap saat. Kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan "lingkaran api" atau ring of fire menjadi salah satu alasan pentingnya kesiapsiagaan tersebut.
"Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire. Jadi, ini membawa kita untuk harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat," ujar Prabowo saat membuka rapat.
Anggaran Menunggu Perhitungan BNPB
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan meningkatkan anggaran penanganan bencana secara signifikan sesuai kebutuhan.
Besaran peningkatan anggaran tersebut akan mengacu pada perhitungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Purbaya menyampaikan hal itu menjelang menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin.
Menurut Purbaya, peningkatan dana penanganan bencana merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dalam rapat sebelumnya. Namun, Kementerian Keuangan masih menunggu penghitungan kebutuhan anggaran dari BNPB.
“Nanti ditingkatkan sesuai permintaan, kan BNPB yang hitung. Nanti kita lihat seperti apa perhitungan BNPB. Kan sekarang saya belum terima,” kata Purbaya.
Saat kembali ditanya apakah pemerintah masih menunggu penghitungan kebutuhan dana dari BNPB, Purbaya membenarkannya.
“Iya lah, habis saya kasih ke mana?” ujarnya.
Dengan demikian, penambahan anggaran penanganan bencana masih menunggu besaran kebutuhan yang dihitung BNPB. Di sisi lain, Puan Maharani menyatakan DPR tidak mempermasalahkan tambahan alokasi tersebut selama anggaran benar-benar memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat dibandingkan sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemnaker membuka pelatihan vokasi bagi 50.000 pekerja terdampak PHK pada 2024-2026. Simak syarat, pilihan pelatihan, fasilitas, dan cara daftar.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp8 miliar untuk sanitasi permukiman, dengan target layanan aman bagi sekitar 600 KK setiap tahun.
DPW PKB DIY memperingati Hari Santri Nasional 2026 melalui fun mini soccer yang diikuti enam tim untuk mempererat kebersamaan santri dan anak muda.
Suahasil Nazara melantik dan mengangkat lima pejabat eselon I Kemenkeu pada 23 Oktober 2026, termasuk Sekjen dan Dirjen Perbendaharaan.
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Kapolri Suyudi Ario Seto mengapresiasi kebijakan Bobby Nasution yang melarang ASN di Sumut menggunakan vape untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.