Longsor Salju Gunung Mizhirgi Rusia Tewaskan 13 Pendaki, 4 Hilang

Newswire
Newswire Rabu, 09 September 2026 16:17 WIB
Longsor Salju Gunung Mizhirgi Rusia Tewaskan 13 Pendaki, 4 Hilang

Korban longsor salju di Gunung Mizhirgi, Rusia, bertambah menjadi 13 orang. Empat pendaki masih hilang dalam pencarian di Ngarai Bezengi. /Instagram.

Harianjogja.com, MOSKOW— Jumlah korban tewas akibat longsoran salju yang menerjang rombongan pendaki di wilayah Kabardino-Balkaria, Rusia, bertambah menjadi 13 orang. Tim penyelamat Kementerian Situasi Darurat Rusia atau EMERCOM menemukan satu jasad tambahan dalam operasi pencarian yang masih berlangsung.

Bencana tersebut terjadi pada Ahad (6/9/2026) sore ketika longsoran salju meluncur dari lereng Gunung Mizhirgi di kawasan Ngarai Bezengi. Material berupa salju, es, dan batuan menerjang rombongan pendaki yang sedang melakukan aktivitas pemanjatan di kawasan pegunungan tersebut.

Perwakilan EMERCOM setempat mengonfirmasi penemuan jasad terbaru dalam operasi pencarian korban.

"Para spesialis dari EMERCOM Rusia telah menemukan jasad seorang pendaki... Nasib empat orang lainnya masih belum diketahui."

Dengan penemuan tersebut, jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 13 orang. Sementara itu, empat orang lainnya masih belum diketahui nasibnya sehingga pencarian terus dilakukan oleh tim penyelamat.

Operasi SAR gabungan melibatkan puluhan personel serta unit helikopter. Proses pencarian berlangsung dalam kondisi medan yang sulit karena cuaca ekstrem dan masih adanya potensi longsoran susulan di kawasan Gunung Mizhirgi.

Ngarai Bezengi Dijuluki Little Himalayas

Kawasan Ngarai Bezengi berada di wilayah Republik Kabardino-Balkaria, Kaukasus Utara, Rusia. Wilayah pegunungan tersebut dikenal luas di kalangan pendaki internasional karena memiliki konsentrasi puncak tinggi yang menjulang lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut.

Ngarai Bezengi bahkan kerap dijuluki "Little Himalayas" atau Himalaya Kecil. Kawasan ini dikelilingi Gletser Bezengi yang disebut sebagai salah satu gletser terpanjang dan terbesar di jajaran Pegunungan Kaukasus.

Pegunungan Kaukasus sendiri membentang di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia. Bentang alamnya didominasi pegunungan tinggi dengan karakter topografi alpine, gletser, serta ngarai yang terjal.

Karakter geografis tersebut membuat kawasan Kaukasus Utara menjadi salah satu wilayah yang memiliki tingkat kesulitan tinggi untuk aktivitas pendakian. Sejak abad ke-19, kawasan pegunungan Rusia tersebut telah menjadi bagian penting dalam sejarah alpinisme dan ekspedisi pendakian.

Jalur-jalur ekstrem di Pegunungan Kaukasus dikenal sebagai salah satu medan yang menantang bagi pendaki profesional. Kawasan ini juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan kemampuan pendakian sebelum ekspedisi menuju puncak-puncak tinggi dunia, termasuk Himalaya.

Gunung Mizhirgi Punya Lereng Sangat Curam

Gunung Mizhirgi memiliki ketinggian sekitar 5.025 hingga 5.047 meter di atas permukaan laut. Gunung tersebut mempunyai karakter lereng yang sangat curam dengan dominasi lapisan es abadi serta struktur batuan yang rapuh.

Jalur pendakian di Gunung Mizhirgi termasuk rute dengan tingkat kesulitan teknis tinggi. Selain kondisi medan, pendaki juga menghadapi ancaman runtuhan es atau serac yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Kondisi pegunungan semakin kompleks dengan adanya penumpukan salju akibat badai lokal serta rekahan gletser yang tersembunyi. Kombinasi faktor tersebut membuat lereng Gunung Mizhirgi rentan terhadap longsoran dalam skala besar.

Kawasan pegunungan Kaukasus juga memiliki karakter cuaca yang dapat berubah cepat. Angin kencang dan suhu udara yang berada di bawah titik beku menjadi bagian dari kondisi ekstrem yang harus dihadapi pendaki maupun tim penyelamat.

Perubahan kondisi cuaca tersebut dapat memengaruhi kestabilan lapisan salju atau snowpack. Pecahan gletser dan runtuhan es juga menjadi ancaman yang membuat aktivitas di kawasan tersebut memiliki tingkat risiko tinggi.

Medan yang terjal dan kondisi permukaan yang rapuh turut menjadi tantangan bagi tim SAR. Proses pencarian dan evakuasi korban harus dilakukan dengan mempertimbangkan potensi longsoran susulan serta kondisi cuaca ekstrem.

Di tengah situasi tersebut, tim penyelamat masih melanjutkan pencarian terhadap empat orang yang belum diketahui nasibnya. Operasi dilakukan menggunakan personel darat dan dukungan helikopter di kawasan Gunung Mizhirgi dan Ngarai Bezengi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online