Advertisement

4 Kasus Teror Hiu dalam 48 Jam di Australia, Warga Diminta Jauhi Laut

Jumali
Selasa, 20 Januari 2026 - 22:57 WIB
Jumali
4 Kasus Teror Hiu dalam 48 Jam di Australia, Warga Diminta Jauhi Laut Penampakan hiu paus di perairan dangkal. ANTARA - HO/KKP

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pesisir New South Wales (NSW), Australia, dilanda gelombang serangan hiu dalam beberapa hari terakhir, memaksa otoritas menutup sejumlah pantai dan mengimbau masyarakat menghentikan sementara aktivitas di laut.

Korban terbaru adalah seorang peselancar berusia 39 tahun yang diserang hiu saat berselancar di perairan dekat Taman Nasional Limeburners Creek, Selasa (20/1/2026) pagi waktu setempat. Insiden terjadi di sekitar perkemahan Point Plomer, sekitar 20 kilometer di utara Port Macquarie.

Advertisement

Dalam kejadian tersebut, hiu dilaporkan menggigit papan seluncur korban. Meski demikian, korban berhasil selamat dan hanya mengalami luka goresan ringan di bagian dada dan kaki.

Menanggapi insiden ini, CEO Surf Life Saving NSW Steven Pearce mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat yang hendak beraktivitas di laut.

“Jika ada yang berencana pergi ke laut pagi ini, di mana pun sepanjang pantai utara, pikirkan kembali. Kualitas air saat ini sangat buruk dan sangat kondusif bagi aktivitas hiu banteng (bull shark),” ujar Pearce seperti dikutip dari ABC.

Otoritas setempat langsung menutup seluruh pantai dari Town Beach hingga Crescent Head. Pengawasan ketat dilakukan melalui patroli drone dan jet ski untuk mendeteksi keberadaan hiu di sepanjang pesisir.

Serangan terhadap peselancar tersebut menambah daftar insiden hiu di wilayah NSW, yang kini tercatat sebagai serangan keempat dalam rentang waktu 48 jam terakhir. Lonjakan ini diduga berkaitan erat dengan kondisi lingkungan ekstrem, termasuk hujan lebat yang menyebabkan air laut menjadi keruh.

Sebelumnya, seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun masih menjalani perawatan di rumah sakit seusai digigit hiu di perairan dekat Nielsen Park, Sydney, pada Minggu lalu.

Otoritas keselamatan pantai mendesak masyarakat untuk sementara menghindari aktivitas air, khususnya berenang atau berselancar, karena air keruh pascahujan dinilai menarik hiu banteng mendekati pesisir dan muara sungai.

Masyarakat juga diimbau untuk berenang secara berkelompok serta menghindari waktu rawan, terutama saat fajar dan senja.

Profesor Biologi Kelautan James Cook University, Jodie Rummer, menjelaskan hiu banteng merupakan predator oportunistik yang mampu beradaptasi di perairan payau hingga tawar.

“Hiu banteng cenderung masuk ke muara dan perairan keruh setelah hujan deras karena kondisi tersebut mendukung aktivitas berburu mereka,” jelasnya.

Ancaman predator air tidak hanya terjadi di New South Wales. Di Queensland, seorang pria berusia 20-an tahun dilaporkan dilarikan ke rumah sakit seusai diserang buaya di sebuah sungai di kawasan Victoria Plantation.

Sementara itu, di Tasmania, warga melaporkan kemunculan dua ekor hiu berukuran sekitar dua meter yang terlihat sangat dekat dengan area publik di Pantai Kennedia.

Pemerintah dan otoritas keselamatan Australia kini terus meningkatkan patroli dan pemantauan di sepanjang garis pantai guna mengantisipasi potensi serangan lanjutan dan menjaga keselamatan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Cek Jadwal KRL Solo-Jogja Terbaru untuk 21 Januari 2026

Cek Jadwal KRL Solo-Jogja Terbaru untuk 21 Januari 2026

Jogja
| Rabu, 21 Januari 2026, 01:27 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement