Advertisement
Ketegangan Denmark-AS Meningkat akibat Klaim Greenland
wikipedia
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Hubungan Denmark dan Amerika Serikat memanas setelah Presiden Donald Trump kembali menyuarakan keinginan menguasai Greenland.
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, secara tegas mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan tekanan terkait klaim wilayah atas Greenland. Reaksi keras ini muncul setelah Presiden Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa wilayah otonom tersebut sangat dibutuhkan oleh AS, sebuah pernyataan yang memicu kemarahan otoritas Denmark.
Advertisement
Frederiksen menilai wacana akuisisi wilayah berdaulat tersebut sebagai tindakan yang tidak logis dan mencederai hubungan antar-sekutu. Denmark menekankan bahwa kedaulatan Greenland tidak dapat dinegosiasikan. Ketegangan ini menciptakan jarak baru di tengah kemitraan NATO, terutama saat AS mulai menunjukkan perilaku ekspansif yang agresif di kancah internasional.
"Saya harus mengatakan ini dengan sangat jelas kepada AS: sungguh tidak masuk akal mengatakan bahwa AS seharusnya mengambil alih Greenland," ujar Frederiksen dalam pernyataan pada Minggu malam, dikutip AFP.
BACA JUGA
Kecemasan Eropa kian memuncak menyusul intervensi militer AS di Caracas untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Langkah unilateral ini dipandang para sekutu sebagai sinyal bahaya atas ambisi tanpa batas Washington. Pengelolaan sumber daya minyak Venezuela tanpa batas waktu oleh AS memicu kekhawatiran bahwa pola serupa—eksploitasi mineral dan dominasi pertahanan—akan diterapkan pada Greenland.
Bagi Washington, Greenland bukan sekadar hamparan es. Wilayah ini adalah kunci pertahanan Arktik dan gudang mineral langka untuk industri teknologi tinggi. Dalam wawancaranya dengan The Atlantic, Trump menegaskan urgensi penguasaan wilayah tersebut demi keamanan nasional, meski ia tetap bungkam saat dikonfrontasi mengenai korelasi operasi militer di Venezuela dengan rencana di Greenland.
"Mereka harus melihatnya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu," ujar Trump. "Namun kami memang membutuhkan Greenland, tentu saja. Kami membutuhkannya untuk pertahanan," tambah dia.
Minyak dalam api disulut oleh media sosial. Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Trump, Stephen Miller, memicu kontroversi global setelah mengunggah gambar Greenland yang diwarnai bendera Amerika Serikat di akun X miliknya. Unggahan ini dianggap bukan sekadar konten biasa, melainkan bentuk dukungan simbolis terhadap ambisi teritorial AS yang mengabaikan kedaulatan Denmark.
Pada Sabtu malam, Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Trump Stephen Miller, mengunggah gambar kontroversial wilayah otonom Denmark tersebut dengan warna bendera AS di akun X miliknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
Advertisement
Advertisement







