Advertisement
Militer AS Angkut Reaktor Nuklir Mini Lewat Udara
Pesawat angkut C-17 Globemaster III. (Wikimedia Commons - US Air Force)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Militer Amerika Serikat mencatat sejarah baru dengan mengangkut reaktor nuklir mini melalui jalur udara untuk pertama kalinya. Langkah ini menjadi bagian dari agenda Presiden Donald Trump dalam memperluas pemanfaatan energi nuklir sebagai sumber energi strategis nasional.
Mengutip laporan Anadolu Agency, Senin (16/2/2026), tiga pesawat angkut berat C-17 Globemaster III pada Minggu (15/2) membawa modul reaktor nuklir Ward 250 tanpa bahan bakar dari March Air Reserve Base menuju Hill Air Force Base. Lokasi tersebut akan menjadi pusat pengujian awal teknologi reaktor generasi baru.
Advertisement
Dalam penerbangan berdurasi sekitar satu jam itu, turut serta pejabat Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Departemen Energi Amerika Serikat, jurnalis, serta perwakilan industri. Informasi tersebut dilaporkan The Wall Street Journal.
Reaktor Ward 250 dikembangkan oleh perusahaan teknologi nuklir Valar Atomics dan menjadi bagian dari misi percepatan pengembangan teknologi nuklir generasi lanjut. Presiden Trump sebelumnya menargetkan sedikitnya tiga reaktor generasi baru dapat mulai beroperasi paling lambat 4 Juli.
BACA JUGA
Pendukung proyek ini menilai reaktor nuklir berukuran kompak memiliki keunggulan strategis karena mampu menyediakan pasokan energi andal di wilayah terpencil maupun fasilitas militer. Namun, sejumlah pihak mengingatkan bahwa percepatan pengembangan reaktor swasta berpotensi memunculkan risiko keselamatan jika tidak diawasi secara ketat.
“Energi bukan sekadar isu ekonomi, tetapi juga persoalan keamanan nasional,” kata Gubernur Utah Spencer Cox.
Sementara itu, pejabat akuisisi pertahanan Michael Duffey menyebut misi tersebut membuka peluang pemanfaatan energi nuklir di lokasi-lokasi yang paling membutuhkan dukungan daya bagi militer Amerika Serikat.
CEO Valar Atomics Isaiah Taylor menjelaskan pengujian reaktor akan dimulai pada kapasitas 250 kilowatt, kemudian ditingkatkan bertahap hingga mencapai 5 megawatt—cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 5.000 rumah.
Reaktor mini ini menggunakan bahan bakar TRISO dan sistem pendingin helium, berbeda dari reaktor konvensional yang berbasis air, sehingga diklaim lebih stabil dan aman untuk berbagai skenario penggunaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Cuaca Ekstrem Terjang DIY, Longsor dan Pohon Tumbang Meluas
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Proyek Kreatif Siswa Tampil di Community Service Exhibition GDA
- Swasembada Energi Digenjot, Bahlil Siapkan 110 Blok Migas
- Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, APG Capai 6 Km
- Refleksi 1 Tahun Damar-Sri Harso, Ini Capaian Pemkot Magelang
- Coast To Coast Night Trail Ultra Bantul Sedot 5.888 Pelari
- Hamas: Israel Lakukan Penyiksaan Brutal Tahanan Palestina
- Update Jadwal KRL Jogja-Solo 16 Februari 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Advertisement






