Advertisement
Nicolas Maduro: Dari Sopir Bus hingga Presiden Venezuela
Nicolas Maduro - Instagram
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Nicolas Maduro meniti jalan politik dari sopir bus hingga menjadi Presiden Venezuela. Kini, ia diklaim ditangkap militer AS dalam operasi kontroversial.
Nicolas Maduro Moros lahir pada 23 November 1962. Ia memulai kariernya sebagai sopir bus yang aktif di serikat pekerja sebelum terjun ke dunia politik. Karier politiknya melesat saat terpilih menjadi anggota Majelis Nasional pada 2000, hingga menjadi orang kepercayaan Presiden Hugo Chávez.
Advertisement
Maduro pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri hingga Wakil Presiden. Setelah Chávez wafat pada 2013, Maduro memenangi pemilihan presiden khusus dan dilantik sebagai pemimpin Venezuela. Namun, sejak saat itu, kemenangannya selalu dipertentangkan oleh pihak oposisi dan dunia internasional.
Di bawah pemerintahan Maduro, Venezuela dilanda krisis ekonomi parah yang ditandai dengan hiperinflasi, kelangkaan barang pokok, dan kemerosotan produksi minyak sebagai sektor andalan negara.
BACA JUGA
Pemerintah AS secara konsisten menuding Maduro terlibat dalam penyelundupan narkoba, terorisme, serta salah urus negara. Pada 2020, Maduro didakwa di pengadilan AS atas tuduhan narkoterorisme. Bahkan, pada Agustus 2025, AS menaikkan imbalan atas penangkapannya menjadi US$50 juta.
Alasan Serangan Militer Amerika Serikat
Melansir New York Times, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan militer ini dilatarbelakangi oleh penetapan rezim Maduro sebagai organisasi teroris asing pada November 2025.
Washington menuduh pemerintahan Maduro melakukan pencurian aset, perdagangan narkoba, perdagangan manusia, serta mengancam keamanan regional. Selain operasi militer, Trump juga memerintahkan blokade total terhadap kapal tanker minyak Venezuela untuk memutus sumber pendapatan utama rezim tersebut.
Kondisi Terkini di Venezuela
Serangan AS dilaporkan terfokus pada fasilitas militer utama, seperti Fuerte Tiuna, serta wilayah Miranda, Aragua, dan La Guaira. Menanggapi situasi ini, pihak Venezuela telah melaporkan insiden tersebut ke Dewan Keamanan PBB dan meminta pertemuan darurat.
Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa serangan tersebut tidak akan melemahkan mental rakyatnya. Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari internal pemerintah Venezuela mengenai kebenaran klaim penangkapan Nicolas Maduro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- BPPTKG Teliti Tanah Ambles di Panggang, Warga Diminta Waspada
- Angklung IKBB Srikandi Meriahkan Prambanan, Angkat Musik Tradisional
- Program Tamasya Plus Himpun Rp159,4 Miliar dari 30.560 Rekening
- Astra Motor Jogja Edukasi 30.000 Pengendara Lewat Kampanye #Cari_Aman
- KPK Dalami Dugaan Suap Proyek Wali Kota Madiun Lewat Skema CSR
- Kisah Terakhir Yoga Naufal Sebelum Pesawat IAT Hilang Kontak
Advertisement
Advertisement




