Advertisement

Nicolas Maduro: Dari Sopir Bus hingga Presiden Venezuela

Jumali
Minggu, 04 Januari 2026 - 12:37 WIB
Jumali
Nicolas Maduro: Dari Sopir Bus hingga Presiden Venezuela Nicolas Maduro - Instagram

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Nicolas Maduro meniti jalan politik dari sopir bus hingga menjadi Presiden Venezuela. Kini, ia diklaim ditangkap militer AS dalam operasi kontroversial.

Nicolas Maduro Moros lahir pada 23 November 1962. Ia memulai kariernya sebagai sopir bus yang aktif di serikat pekerja sebelum terjun ke dunia politik. Karier politiknya melesat saat terpilih menjadi anggota Majelis Nasional pada 2000, hingga menjadi orang kepercayaan Presiden Hugo Chávez.

Advertisement

Maduro pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri hingga Wakil Presiden. Setelah Chávez wafat pada 2013, Maduro memenangi pemilihan presiden khusus dan dilantik sebagai pemimpin Venezuela. Namun, sejak saat itu, kemenangannya selalu dipertentangkan oleh pihak oposisi dan dunia internasional.

Di bawah pemerintahan Maduro, Venezuela dilanda krisis ekonomi parah yang ditandai dengan hiperinflasi, kelangkaan barang pokok, dan kemerosotan produksi minyak sebagai sektor andalan negara.

Pemerintah AS secara konsisten menuding Maduro terlibat dalam penyelundupan narkoba, terorisme, serta salah urus negara. Pada 2020, Maduro didakwa di pengadilan AS atas tuduhan narkoterorisme. Bahkan, pada Agustus 2025, AS menaikkan imbalan atas penangkapannya menjadi US$50 juta.

Alasan Serangan Militer Amerika Serikat
Melansir New York Times, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan militer ini dilatarbelakangi oleh penetapan rezim Maduro sebagai organisasi teroris asing pada November 2025.

Washington menuduh pemerintahan Maduro melakukan pencurian aset, perdagangan narkoba, perdagangan manusia, serta mengancam keamanan regional. Selain operasi militer, Trump juga memerintahkan blokade total terhadap kapal tanker minyak Venezuela untuk memutus sumber pendapatan utama rezim tersebut.

Kondisi Terkini di Venezuela

Serangan AS dilaporkan terfokus pada fasilitas militer utama, seperti Fuerte Tiuna, serta wilayah Miranda, Aragua, dan La Guaira. Menanggapi situasi ini, pihak Venezuela telah melaporkan insiden tersebut ke Dewan Keamanan PBB dan meminta pertemuan darurat.

Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa serangan tersebut tidak akan melemahkan mental rakyatnya. Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari internal pemerintah Venezuela mengenai kebenaran klaim penangkapan Nicolas Maduro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo, Senin 5 Januari 2026

Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo, Senin 5 Januari 2026

Kulonprogo
| Senin, 05 Januari 2026, 09:07 WIB

Advertisement

Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali

Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali

Wisata
| Minggu, 04 Januari 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement