Advertisement

BNPB Percepat Penanganan Banjir Bandang di Sumatera

Newswire
Minggu, 30 November 2025 - 13:07 WIB
Jumali
BNPB Percepat Penanganan Banjir Bandang di Sumatera Kondisi permukiman warga di Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pasca terjangan banjir bandang yang menyebabkan sebagian lahan warga hilang dan berubah menjadi aliran sungai, Jumat (28/11/2025). ANTARA/ist-Dok Warga - Sudirman

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) BNPB mengintensifkan pencarian korban, distribusi logistik, dan akses wilayah terdampak banjir bandang di Sumut, Aceh, dan Sumbar yang menelan ratusan korban jiwa.

Melalui keterangan di Jakarta, Minggu, Kepala BNPB Suharyanto menekankan proses penanganan difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolasi, serta percepatan distribusi logistik, baik melalui darat maupun udara.

Advertisement

Hingga hari ketiga setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Sumatera Utara, ia memaparkan pihaknya mencatat 166 korban meninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang.

"Sumatera Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 143 jiwa yang masih hilang," paparnya.

Adapun pada hari kedua pascapenetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Aceh, ada sebanyak 47 korban meninggal dunia, 51 orang hilang, serta delapan orang luka-luka.

Jumlah pengungsi mencapai 48.887 kepala keluarga yang tersebar di berbagai wilayah, dengan sebaran tertinggi di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.

"Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan delapan luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban," terangnya.

Sementara itu, dua hari setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Sumatera Barat, tercatat 90 korban meninggal dunia, 85 orang hilang, dan 10 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Agam mencatat jumlah korban tertinggi.

Data sementara menunjukkan sebanyak 11.820 kepala keluarga atau sekitar 77.918 jiwa mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Maka dari itu, Suharyanto menekankan BNPB bersama unsur gabungan telah mengerahkan alutsista guna mempercepat proses evakuasi korban.

Ia juga menyebut BNPB telah mengaktifkan dukungan komunikasi darurat menggunakan jaringan satelit Starlink di sejumlah titik, terutama di wilayah yang terisolasi jaringan.

"BNPB memastikan seluruh upaya penanganan darurat terus dipercepat melalui koordinasi erat dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan para relawan. Percepatan pembukaan akses, pendataan lanjutan korban dan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama operasi penanganan bencana di tiga provinsi tersebut," tutur Suharyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Top Ten News Harianjogja.com Minggu 30 November 2025

Top Ten News Harianjogja.com Minggu 30 November 2025

Jogja
| Minggu, 30 November 2025, 09:47 WIB

Advertisement

Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global

Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global

Wisata
| Sabtu, 29 November 2025, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement