Advertisement
BNPB Percepat Penanganan Banjir Bandang di Sumatera
Kondisi permukiman warga di Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pasca terjangan banjir bandang yang menyebabkan sebagian lahan warga hilang dan berubah menjadi aliran sungai, Jumat (28/11/2025). ANTARA/ist-Dok Warga - Sudirman
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) BNPB mengintensifkan pencarian korban, distribusi logistik, dan akses wilayah terdampak banjir bandang di Sumut, Aceh, dan Sumbar yang menelan ratusan korban jiwa.
Melalui keterangan di Jakarta, Minggu, Kepala BNPB Suharyanto menekankan proses penanganan difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolasi, serta percepatan distribusi logistik, baik melalui darat maupun udara.
Advertisement
Hingga hari ketiga setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Sumatera Utara, ia memaparkan pihaknya mencatat 166 korban meninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang.
"Sumatera Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 143 jiwa yang masih hilang," paparnya.
BACA JUGA
Adapun pada hari kedua pascapenetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Aceh, ada sebanyak 47 korban meninggal dunia, 51 orang hilang, serta delapan orang luka-luka.
Jumlah pengungsi mencapai 48.887 kepala keluarga yang tersebar di berbagai wilayah, dengan sebaran tertinggi di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.
"Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan delapan luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban," terangnya.
Sementara itu, dua hari setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Sumatera Barat, tercatat 90 korban meninggal dunia, 85 orang hilang, dan 10 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Agam mencatat jumlah korban tertinggi.
Data sementara menunjukkan sebanyak 11.820 kepala keluarga atau sekitar 77.918 jiwa mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Maka dari itu, Suharyanto menekankan BNPB bersama unsur gabungan telah mengerahkan alutsista guna mempercepat proses evakuasi korban.
Ia juga menyebut BNPB telah mengaktifkan dukungan komunikasi darurat menggunakan jaringan satelit Starlink di sejumlah titik, terutama di wilayah yang terisolasi jaringan.
"BNPB memastikan seluruh upaya penanganan darurat terus dipercepat melalui koordinasi erat dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan para relawan. Percepatan pembukaan akses, pendataan lanjutan korban dan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama operasi penanganan bencana di tiga provinsi tersebut," tutur Suharyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global
Advertisement
Berita Populer
- Serangan Israel di Beit Jinn Tewaskan 10 Warga Suriah, Turki Mengecam
- Gajah Sumatera Ditemukan Mati Terseret Banjir di Pidie Jaya Aceh
- Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global
- Gol Cepat Tyronne Del Pino Bawa Malut Unggul 1-0 Atas Arema di Babak I
- Suasana Baru Malioboro: Uji Coba Full Pedestrian 1-2 Desember
- IKN Bangun PLTS Rp900 Miliar, Wujudkan Energi Bersih
- BMKG: Beberapa Lokasi Wisata DIY Diprediksi Hujan Ringan pada Minggu
Advertisement
Advertisement




