Advertisement
Insiden Penusukan di Kereta Inggris, 9 Korban Kritis
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah insiden penusukan massal terjadi di jaringan kereta api Inggris, tepatnya di di Stasiun Huntingdon, Cambridgeshire, pada Minggu (2/11/2025). Serangan ini menyebabkan sepuluh orang terluka, dengan sembilan korban dilaporkan dalam kondisi kritis.
Polisi telah menangkap dua tersangka terkait serangan ini, meskipun identitas mereka belum diumumkan secara resmi.
Advertisement
AFP mengungkapkan, insiden berawal ketika alarm darurat berbunyi dan laporan serangan diterima, memaksa kereta api berhenti darurat di Stasiun Huntingdon. Aparat kepolisian bersama tim medis dan ambulans langsung bergerak cepat untuk mengamankan lokasi dan mengevakuasi korban. Para korban luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
The Times melaporkan seorang saksi sempat melihat seorang pria membawa pisau besar dengan "darah di mana-mana." Para penumpang lainnya bersembunyi ketakutan, beberapa bahkan berlindung di toilet kereta.
BACA JUGA
Dalam kepanikan, beberapa penumpang disebutkan "terinjak-injak oleh penumpang lain" saat berusaha melarikan diri. Terdengar pula teriakan "Kami mencintaimu!" yang menggambarkan kepasrahan di tengah situasi mencekam.
Sedangkan Sky News melaporkan saksi lainnya melihat seorang pria bersenjata pisau besar berdiri di peron setelah kereta berhenti. Pria tersebut akhirnya berhasil dilumpuhkan polisi menggunakan alat kejut listrik (taser) dan ditahan.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan keprihatinan mendalam melalui pernyataan resminya. Starmer menyebut insiden ini "sangat memprihatinkan" dan "mengerikan," sambil menyampaikan terima kasih atas respons cepat layanan darurat.
Operator kereta api London North Eastern Railway (LNER) mengonfirmasi penutupan sementara jalur kereta api selama proses penanganan darurat. LNER mengeluarkan peringatan adanya "gangguan besar" dan menganjurkan masyarakat untuk tidak bepergian kecuali sangat mendesak.
Insiden ini kembali mempertanyakan tingkat keamanan transportasi publik dan respons darurat terhadap aksi kekerasan massal di Inggris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pejabat Kongres: AS Belum Punya Pertahanan Memadai Hadapi Drone Shahed
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
Advertisement
Pererat Silaturahmi, IDM Gelar Kampung Ramadan Bersama UMKM Prambanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Diduga DUI, Britney Spears Ditangkap di California
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- Iran Tegaskan Tak Minta Gencatan Senjata dengan AS dan Israel
- Sampah Dapur di Demangan Jogja Diolah Jadi Pakan Maggot
- Warga DIY Diajak Tanam Cabai Mandiri Guna Jaga Stabilitas Harga
- Gagal Salip Pikap, Pemotor di Wonogiri Alami Patah Kaki
- Pernah Jadi Kompleks IRGC, Sekolah di Iran Hancur Diserang AS
Advertisement
Advertisement








