Advertisement
Polisi Masih Selidiki Penyebab Ambruknya Musala Ponpes Al-Khoziny
Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto memberi penjelasan kepada awak media. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, SIDOARJO - Kepolisian Daerah Jawa Timur masih menyelidiki penyebab ambruknya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo, pada Senin (29/9).
"Ini kan harus dilihat dari awal semuanya. Dari proses saat runtuhnya ini sudah kita dokumenkan, kita ambil dokumentasinya. Dan ini harus sampai menyeluruh penyelidikannya dan kita juga harus ada panduan dari tim ahli konstruksi," kata Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto kepada wartawan setelah meninjau lokasi bangunan runtuh di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jumat (3/10/2025)
Advertisement
Menurut dia, jika tidak melihat saat proses pembangunan dari bawah hingga atas maka hasil penyelidikan tidak akan maksimal.
Namun, hal tersebut tidak bisa ditangani sendiri sehingga polisi harus dibantu tim ahli, terutama yang memahami konstruksi pembangunan.
BACA JUGA
"Nah inilah yang harus kami lihat nanti, tapi yang jelas utamanya saat ini adalah masalah kemanusiaan," ucap Kapolda.
Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendataan korban ambruknya mushala Ponpes Al Khoziny, yang dibagi dalam tiga klaster, yaitu santri, pengurus pesantren, dan pekerja pembangunan.
"Sementara pendataan dulu dan kita juga sudah pendataan, fokus pada kemanusiaan," tuturnya.
Dari semua data yang dikumpulkan, kata Nanang, tercatat sebanyak 53 orang korban yang masih belum ditemukan.
Oleh karena itu, proses pencarian akan terus dilakukan dengan mengedepankan kehati-hatian dalam bekerja, terutama yang menggunakan alat berat untuk mengangkat material bangunan yang ambruk.
"Tentunya tidak sembarangan (dalam mencari) sehingga kami libatkan tenaga ahli mengenai konstruksi dan bangunan, dari ITS, PUPR, sehingga pada saat melakukan pemindahan ini, kami harus hati-hati juga karena di situ masih ada beberapa jenazah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kebijakan Luar Negeri Trump Mengeras, Targetkan Greenland-Iran
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
Advertisement
Pemkab Gunungkidul Bidik PAD Wisata Rp36,4 Miliar pada 2026
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Bantul Setop Tambang Ilegal di Bawuran Pleret
- Kantor Diduga Scam di Sleman Tutup Usai Penggerebekan Polisi
- Polisi Kerahkan 1.060 Personel Jaga Aksi Buruh Hari Ini di Jakarta
- Pergerakan Tanah Masih Terjadi di Lokasi Sinkhole Situjua Sumbar
- Prabowo Gelar Retret Kabinet di Hambalang, Evaluasi Program Prioritas
- Mulai 2026, Gaji Guru PPPK Bantul Minimal Setara UMK
- Modus Liquid Vape, BNN Ungkap Lab Narkoba Jaringan Global di Ancol
Advertisement
Advertisement



