Prabowo Akhirnya Terima Kartu Anggota NU di Muktamar ke-35
Prabowo Subianto menerima Kartanu dari PBNU saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto memberi penjelasan kepada awak media./ Antara
Harianjogja.com, SIDOARJO - Kepolisian Daerah Jawa Timur masih menyelidiki penyebab ambruknya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo, pada Senin (29/9).
"Ini kan harus dilihat dari awal semuanya. Dari proses saat runtuhnya ini sudah kita dokumenkan, kita ambil dokumentasinya. Dan ini harus sampai menyeluruh penyelidikannya dan kita juga harus ada panduan dari tim ahli konstruksi," kata Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto kepada wartawan setelah meninjau lokasi bangunan runtuh di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jumat (3/10/2025)
Menurut dia, jika tidak melihat saat proses pembangunan dari bawah hingga atas maka hasil penyelidikan tidak akan maksimal.
Namun, hal tersebut tidak bisa ditangani sendiri sehingga polisi harus dibantu tim ahli, terutama yang memahami konstruksi pembangunan.
"Nah inilah yang harus kami lihat nanti, tapi yang jelas utamanya saat ini adalah masalah kemanusiaan," ucap Kapolda.
Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendataan korban ambruknya mushala Ponpes Al Khoziny, yang dibagi dalam tiga klaster, yaitu santri, pengurus pesantren, dan pekerja pembangunan.
"Sementara pendataan dulu dan kita juga sudah pendataan, fokus pada kemanusiaan," tuturnya.
Dari semua data yang dikumpulkan, kata Nanang, tercatat sebanyak 53 orang korban yang masih belum ditemukan.
Oleh karena itu, proses pencarian akan terus dilakukan dengan mengedepankan kehati-hatian dalam bekerja, terutama yang menggunakan alat berat untuk mengangkat material bangunan yang ambruk.
"Tentunya tidak sembarangan (dalam mencari) sehingga kami libatkan tenaga ahli mengenai konstruksi dan bangunan, dari ITS, PUPR, sehingga pada saat melakukan pemindahan ini, kami harus hati-hati juga karena di situ masih ada beberapa jenazah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo Subianto menerima Kartanu dari PBNU saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Konservasi di Indonesia dinilai masih meminggirkan masyarakat adat. Isu ini dibahas dalam Peoples’ Conservation Summit 2026 di Jogja.
TNI AD menjelaskan kondisi jembatan gantung Pongpet di Pangandaran setelah tali sling penahan jembatan terlepas usai peresmian.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau jalan rusak sekaligus mendorong percepatan perbaikan dan penyerapan anggaran.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendorong Festival Babad Siti Kemantren tidak berhenti sebagai kegiatan pelestarian sejarah, tetapi berkembang menjadi penggerak