195 Stan Ramaikan JCW 2026, Kopi Dibidik Jadi Magnet Wisata Jogja
Jogja Coffee Week #6 menghadirkan 195 booth dan peserta internasional. Pemda DIY mendorong kopi menjadi daya tarik wisata dan ekonomi Jogja.
Salah satu DPO yang ditangkap bernama Pegi Setiawan dihadirkan saat konferensi pers di hadapan media pada Minggu (26/5/2024). /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—Gelagat aneh ditunjukkan aparat kepolisian dalam menangani kasus DPO Pembunuhan Vina Cirebon. Salah satu DPO yang ditangkap bernama Pegi Setiawan dihadirkan saat konferensi pers di hadapan media pada Minggu (26/5/2024).
Meski demikian polisi melarang tersangka saat akan memberikan keterangan di hadapan media. Saat itu Pegi mengenakan kaus warna biru. Setelah sesi pernyataan oleh kepolisian selesai Pegi bermaksud memberikan keterangan kepada media.
BACA JUGA : 1 DPO Kasus Vina Cirebon Atas Nama Pegi Alias Perong Akhirnya Tertangkap
Akan tetapi dua anggota polisi berpakaian preman memegangi tubuh tersangka. Bahkan salah satu polisi yang berada di sebelah kiri Pegi sempat menaruh telapak tangan di depan mulut Pegi sebagai pertanda tidak boleh memberikan pernyataan.
Video tersebut pun tersebar di medisos dan menjadi viral. Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram pengacara kondang Hotman Paris.
Secara samar-samar Pegi mengucapkan bahwa dia bukan pelaku pembunuhan. Ia difitnah dan rela mati terkait kasus tersebut. "Saya tidak penah melakukan pembunuhan itu, saya real mati, ini fitnah," ujarnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Surawan mengatakan DPO kasus Vina hanya Pegi Setiawan. Menurutnya tersangka bukan 11 orang, melainkan hanya 9 orang. Adapun 8 lainnya sudah menjalani hukuman.
BACA JUGA : Proses Penyidikan Kasus Vina Coirebon Perlu Diaudit, Ini Alasannya
"Setelah penyelidikan mendalam, dua nama yang selama ini disebut-sebut ternyata hanya asal sebut. Jadi tidak ada tersangka lain selain PS [Pegi Setiawan]. Tetapi jika dikemudian hari muncul dugaan pelaku lain, penyelidikan akan kembali dilanjutkan," kata mantan Kapolres Bantul DIY itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Coffee Week #6 menghadirkan 195 booth dan peserta internasional. Pemda DIY mendorong kopi menjadi daya tarik wisata dan ekonomi Jogja.
Semangat berdikari di bidang pangan kembali digaungkan dari jantung Kota Jogja melalui Festival Mustika Rasa yang digelar pada 29–30 Agustus 2026 di Alun-Alun
Kemdiktisaintek menyiapkan RPL bagi mahasiswa kesehatan yang melewati batas studi untuk mempercepat pemenuhan tenaga kesehatan.
China mewaspadai bencana susulan setelah banjir Nepal-Tibet. Ratusan korban masih hilang dan ancaman danau glasial terus dipantau.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang di sejumlah kota pada Sabtu, disertai cuaca berawan, udara kabur, asap, dan kabut
BI DIY memusnahkan 18.680 lembar Rupiah palsu hasil temuan 2015-2025. Simak asal uang palsu dan imbauan BI kepada masyarakat.