Undip dan ITS Borong Empat Gelar Juara KMHE 2026
Undip dan ITS meraih total empat gelar juara KMHE 2026 di Unej. Simak daftar lengkap pemenang delapan kelas kompetisi.
Lokasi tewasnya pekerja pemecah batu yang menggunakan bahan peledak i Kampung Warungpeuteuy, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (2/11/2023). /Antara
Harianjogja.com, SUKABUMI—Seorang tukang batu berinisial UK, 62, warga Kampung Ciherang tewas saat memecahkan batu berukuran besar diduga dengan menggunakan bahan peledak Kamis (2/11/2023). Peristiwa itu terjadi di Kampung Warungpeuteuy, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
"Dari keterangan saksi yang juga rekan kerja korban, diduga korban saat hendak memecahkan batu korban menggunakan bahan peledak jenis potasium yang dimasukkan ke dalam batu," kata Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede di Sukabumi, Kamis.
Dugaannya saat UK menyalakan bahan peledak campuran potasium dengan menggunakan api tiba-tiba terjadi ledakan yang membuat tubuhnya terpental hingga lima meter. Dua rekan korban yang berada di sekitar lokasi langsung mendekat dan melihat korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan luka berat pada bagian tangan dan dahi.
BACA JUGA : Terkena Ledakan saat Menggali Fondasi Rumah, Seorang Pekerja Proyek Meninggal Dunia
Warga menerima informasi tersebut langsung menghubungi pihak Polsek Nyalindung kemudian mengevakuasi korban yang merupakan warga Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung tersebut ke Puskemas Nyalindung untuk diberikan pengobatan.
Nyawa korban tidak berhasil diselamatkan karena luka parah akibat ledakan tersebut. Setelah dinyatakan meninggal, jenazah UK kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk disemayamkan dan dikebumikan.
Kepala Seksi Humas Polres Sukabumi Iptu Aah Saepul Rohman mengatakan saat kejadian ada tiga orang di lokasi kejadian yaitu korban dan dua rekannya berinisial A dan S yang bekerja sebagai buruh pemecah batu.
Saat itu A dan S memecahkan batu dengan palu berukuran besar di tempat terpisah, sementara UK diduga menggunakan bahan peledak campuran potasium yang sebelum dinyalakan, korban sempat membuat lobang di bawah batu.
Kapolsek Nyalindung AKP Joko Susanto Supono yang memimpin penyelidikan tersebut sudah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian agar warga tidak mendekat.
BACA JUGA : Ledakan Terjadi di Puskesmas Saptosari Gunungkidul
Dari lokasi kejadian itu, kata dia, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti seperti sisa serbuk yang diduga campuran potasium, gunting kecil, pecahan batu dengan bercak darah, potongan genting yang diduga digunakan untuk menutup lubang batu, sebilah golok dan satu buah karung warna putih.
Pihak kepolisian mengingatkan kepada semua pekerja untuk selalu berhati-hati dalam melakukan pekerjaan, terutama ketika menggunakan bahan-bahan berbahaya seperti potasium yang seharusnya tidak digunakan sembarangan tanpa ada standar operasional prosedur (SOP).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Undip dan ITS meraih total empat gelar juara KMHE 2026 di Unej. Simak daftar lengkap pemenang delapan kelas kompetisi.
Harga pangan terbaru PIHPS Nasional mencatat cabai merah keriting Rp118.150 per kg. Simak daftar harga komoditas pangan lainnya.
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Final FIFA ASEAN Cup 2026 mempertemukan Indonesia vs Thailand. Simak prediksi line up, jadwal dan link live streaming pukul 20.00 WIB.
Prabowo memimpin upacara HUT ke-81 TNI di Mabes TNI. Sejumlah satuan baru akan diresmikan dan komandan satuan dikukuhkan.
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.