Advertisement

BBM dan Upah Pekerja Jepit Pebisnis Logistik

Dany Saputra
Jum'at, 23 Desember 2022 - 00:47 WIB
Jumali
BBM dan Upah Pekerja Jepit Pebisnis Logistik Pengguna jasa logistik PT Pos berinteraksi dengan petugas di Kantor Pos Besar Jogja (0 KM), Jumat (4/5). - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTAPelaku usaha logistik mengaku dalam posisi terjepit antara berbagai kepentingan di tengah potensi pelambatan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Sejumlah faktor dinilai membayangi outlook bisnis logistik di 2023, seperti bayang-bayang penaikan harga BBM tahun ini sampai dengan kenaikan upah kerja.

Advertisement

BACA JUGA: UMKM Didorong Gunakan Manajamen Logistik

Direktur Utama PT Kamadjaja Logistics menilai tidak sedikit perusahaan logistik mengalami pelambatan kinerja sejak semester II/2022, tidak terkecuali perusahaannya.

Efek turunan harga BBM kepada biaya suku cadang disebut menjadi salah satu faktor utamanya, kendati penaikan harga bahan bakar bisa diteruskan (pass on) ke konsumen. Namun, Ivan menilai tantangan tahun depan akan semakin besar sejalan dengan adanya penaikan upah minimum karyawan.

"Customer hanya menerima kenaikan harga BBM, kalau harga ban naik, tarif tol naik, kemudian UMK itu kita tidak bisa pass on langsung. Hanya BBM saja kepada tarif angkutan, itu pun ditawar-tawar," ujarnya, Kamis (22/12/2022).

Seperti diketahui, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 18/2022 menetapkan kenaikan upah maksimal 10 persen pada 2023.

Menurut Ivan, pengusaha logistik di antaranya bakal dalam kondisi terjepit antara keharusan untuk menyesuaikan upah karyawan, sementara itu prospek bisnis tahun depan diperkirakan tidak terlalu cerah.

"Ini pengusaha banyak dalam posisi kejepit. Satu sisi, harga [biaya logistik] kami diadu terus, kemudian ada kenaikan UMK," terang Ivan.

Ketua Bidang Angkutan Multimoda Organisasi Angkutan Darat (Organda) itu memperkirakan prospek bisnis logistik tahun depan tidak akan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi.

Hal tersebut, sambung Ivan, terkecuali bagi pengiriman cepat (ekspres) yang bertumpu pada e-commerce, kendati tak semua perusahaan bakal mengecap manisnya pertumbuhan perdagangan berbasis elektronik itu.

"Poinnya adalah, pada saat pandemi, semua orang terpaksa belanja online. Jadi ketika pandemi mereda, sebagian orang nyaman tetap belanja online, sebagian lagi belanja offline atau hybrid," terangnya.

Senada, Supply Chain Indonesia (SCI) memprediksi bahwa sektor logistik tidak akan benar-benar bebas dari ancaman dampak resesi global.

Supply Chain Indonesia (SCI) membeberkan tantangan sektor logistik pada kuartal IV/2022 dan pada 2023 adalah menjaga konsistensi dan tingkat pertumbuhan transportasi dan pergudangan yang tinggi, dari kuartal I/2022 sampai dengan kuartal III/2022.

Tantangan lainnya juga yaitu menghadapi ancaman resesi dan ketidakpastian rantai pasok global, termasuk sebagai dampak dari dinamika geopolitik global.

"Sektor logistik nasional diharapkan dapat mendorong pertumbuhan berbagai lapangan usaha, baik melalui peningkatan volume maupun daya saing masing-masing produk dan komoditasnya. Implementasi paradigma 'ship follows the trade' harus diimbangi dengan paradigma 'ship promotes the trade'," ujar Chairman SCI Setijadi, dikutip dari siaran pers, Senin (14/11/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Fantastis! Nilai Proyek Pengendali Banjir YIA Capai Rp1,4 Triliun

Jogja
| Sabtu, 28 Januari 2023, 16:17 WIB

Advertisement

alt

Rute ke Gua Kebon, Hidden Gems Kulonprogo yang Asri

Wisata
| Sabtu, 28 Januari 2023, 12:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement