Advertisement

Salah Paham, SMK di Klaten Digeruduk Puluhan Siswa SMK Sleman

Taufiq Sidik Prakoso
Jum'at, 11 November 2022 - 21:17 WIB
Budi Cahyana
Salah Paham, SMK di Klaten Digeruduk Puluhan Siswa SMK Sleman Kapolsek Klaten, AKP Suyono, memberikan pengarahan kepada orang tua serta guru pascakejadian pelemparan cat yang dilakukan siswa salah satu SMK swasta asal Sleman ke SMK swasta di Klaten, Jumat (11/11/2022). - JIBI/Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Advertisement

Harianjogja.com, KLATEN—Puluhan pelajar salah satu SMK swasta asal Sleman bersama orang tua mereka dan perwakilan guru dikumpulkan di Mapolsek Klaten, Jumat (11/11/2022) sore. Mereka dikumpulkan buntut dari penggerudukan dan pelemparan cat ke salah satu SMK swasta di Klaten.

Puluhan siswa serta orang tua beserta guru salah satu SMK swasta asal Sleman berdatangan ke Polsek Kota sekitar pukul 14.00 WIB. Perwakilan guru serta siswa salah satu SMK swasta di Klaten juga berdatangan ke Polsek Klaten.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

BACA JUGA: Korban Penipuan Penerbit Indie di Jogja Berencana Melapor ke Polda DIY

Para orang tua dan guru kemudian mendapatkan pengarahan dari Kapolsek Klaten, AKP Suyono bersama Kapolsubsektor Klaten Selatan, Iptu Imam Santoso. Di lokasi terpisah, puluhan siswa asal sekolah swasta di Sleman yang ikut menggeruduk SMK swasta di Klaten mendapatkan pembinaan dari anggota Polisi.

Para siswa berjumlah 30-an orang itu kemudian diminta masuk ke aula Polsek Klaten bertemu dengan orang tua masing-masing. Setelah mendapatkan pembinaan dari AKP Suyono, para siswa itu kemudian sungkem ke orang tua atau wali murid masing-masing untuk meminta maaf. Orang tua serta siswa tak kuasa menahan air mata mereka.

“Kami kumpulkan orang tua atau wali murid supaya mereka punya tanggung jawab bisa mengetahui keberadaan anak-anak saat di luar sekolah atau di luar rumah. Sehingga senantiasa bisa dipantau kegiatan anak-anak mereka. Kemudian mempertemukan kedua belah pihak antar kedua SMK. Yang paling utama pembinaan terhadap siswa,” kata Kapolsek Klaten, AKP Suyono, seusai mediasi dan pembinaan.

AKP Suyono mengatakan jumlah total siswa SMK asal Sleman yang ikut menggeruduk SMK di Klaten sekitar 40 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 30-an siswa beserta orang tua mereka yang dihadirkan ke Polsek Klaten.

“Agar terjalin hubungan yang baik, mereka dimintai pertanggungjawaban moral. Supaya siswa dari Sleman ini datang ke sana [SMK swasta di Klaten] bertemu dengan siswa SMK di sana, sama-sama memperbaiki apa yang kemarin sudah dilakukan,” ungkap dia.

Advertisement

Soal latar belakang aksi penyerangan yang dilakukan puluhan siswa SMK asal Sleman, Suyono mengatakan secara garis besar dipicu lantaran salah paham.

“Masalah tantang-tantangan futsal. Dari salah satu [siswa] di SMK swasta asal Klaten ini mungkin ada kalimat yang menyinggung. Akhirnya terjadi itu. Ini [salah paham antar siswa kedua SMK] sudah lama sebenarnya,” ungkap dia.

AKP Suyono meminta agar kejadian serupa tak terulang. Dia juga menjelaskan empat siswa SMK asal Sleman yang sebelumnya ditangkap dan dimintai keterangan setelah kejadian pelemparan cat dipulangkan seusai mediasi.

Advertisement

Salah satu siswa SMK asal Sleman berinisial O, 18, juga mengatakan penyerangan itu terjadi lantaran ada dendam lama ihwal tantangan bertanding futsal.

BACA JUGA: 2 Pemborong Pembangunan Gedung Sekolah Roboh di Gunungkidul Jadi Tersangka

“Dari sekolah saya itu awalnya menantang untuk bertanding futsal. Tetapi ada tanggapan yang menyinggung. Itu sudah lama sebenarnya,” kata dia.

Sebelumnya, puluhan orang mengendarai sepeda motor mendatangi salah satu SMK swasta di Klaten, Kamis (10/11/2022) sekitar 14.30 WIB. Dari depan sekolah itu, mereka melempar plastik berisi cat berwarna hitam. Cat mengenai tembok serta kaca sekolah.

Advertisement

Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian mengejar hingga rombongan melarikan diri. Sebanyak empat pelajar dari salah satu SMK di Sleman, ditangkap polisi.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Solopos

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Pikun, Nenek Bakar Kasur di Dalam Rumah, Dikira Tungku

Kulonprogo
| Selasa, 29 November 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement