Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.655, BI Siaga Intervensi
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kedua kanan) bersama calon presiden yang diusung Nasdem pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 Anies Baswedan (kiri) saat Deklarasi Calon Presiden Republik Indonesia Partai NasDem di NasDem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). Partai NasDem resmi mengusung Anies Baswedan maju jadi capres untuk Pemilu 2024./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mengatakan pihaknya tak sembarangan memilih Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024.
Ali bahkan membandingkan pemilihan Anies dengan pengusungan Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres pada Pilpres 2014 oleh NasDem.
Dia berpendapat, NasDem berani mengusung Jokowi meski saat itu dia bukan siapa-siapa. Konteksnya, lanjut Ali, sama dengan pemilih Anies saat ini.
"Tradisi untuk menetapkan calon presiden lebih awal oleh partai ini kita sudah mulai ketika kita mencalonkan bapak Ir. Joko Widodo menjadi calon presiden 2014, yang saat itu bukan siapa-siapa," ujar Ali saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Bimtek Fraksi Partai NasDem DPRD provinsi dan kabupaten/kota di JCC, Kamis (10/11/2022).
Dia mengklaim, pilihan NasDem sudah tetap sebab Jokowi saat ini sudah terbukti dapat membawa Indonesia bertahan dalam gelombang krisis yang mengancam dunia saat ini.
BACA JUGA: Sultan Sebut Kasus Aktif Covid-19 Naik 10 Kali Lipat, Sleman Paling Banyak
"Itu [pemilihan Jokowi] adalah bentuk pengalaman, itu adalah kemampuan, intuisi, bapak ketua umum kita [Surya Paloh] membaca tanda-tanda zaman atau kemampuan seorang," jelas Ali.
Oleh sebab itu, ungkap Ali, Surya Paloh juga memilih Anies sebagai capres usungan NasDem untuk Pilpres 2024 karena kemampuannya membaca potensi seseorang. Dia meyakini, Anies merupakan pilihan paling rasional.
Menurutnya, rekam jejak Anies sebagai gubernur DKI Jakarta selama 2017 hingga 2022 pertimbangan utama NasDem.
"Ini bukan pertimbangan yang ujug-ujug, ini bukan pertimbangan yang emosional, ini adalah pertimbangan yang sangat rasional berdasarkan rekam jejak yang dimiliki oleh Anies Baswedan," ucap Ali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
Luna Maya tanggapi tudingan warganet soal Gunung Kawi dengan santai. Ternyata, ia lebih sering bersepeda di Pegunungan Menoreh.
Serangan BioShocking manipulasi browser AI dengan permainan palsu untuk mencuri data login. ChatGPT Atlas, Perplexity Comet, dan lainnya terdampak. Simak langka
Erick Thohir siap menjembatani Pemda DIY dan KPK untuk mencari solusi pembenahan Stadion Mandala Krida. Kelanjutan pembangunan fasilitas stadion.
Mesir mengajukan protes resmi kepada FIFA dan meminta investigasi terhadap wasit usai kalah 2-3 dari Argentina di Piala Dunia 2026.
Banjir di Guangxi, Tiongkok, merusak peternakan ular dan menyebabkan sekitar 900 ular berbisa, termasuk kobra, lepas ke lingkungan warga.