Advertisement
Sinkhole Situjuah Berpotensi Melebar, Warga Diminta Jaga Jarak Aman
Badan Geologi ESDM memperingatkan potensi pelebaran Sinkhole Situjuah dan meminta warga menjaga jarak aman dari lokasi. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, PADANG—Fenomena Sinkhole Situjuah di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, masih menyimpan risiko lanjutan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena potensi pelebaran lubang tanah masih terbuka.
Peringatan tersebut disampaikan ahli geologi teknik Badan Geologi Kementerian ESDM, Taufiq Wira Buana, menyusul hasil kaji cepat yang terus dilakukan di lokasi terdampak.
Advertisement
“Sinkhole Situjuah masih ada kemungkinan melebar, terutama ke arah Tenggara–Barat Laut,” kata Taufiq Wira Buana saat dihubungi dari Kota Padang, Minggu.
Berdasarkan hasil kajian awal, Badan Geologi menetapkan jarak aman sementara dari tepi sinkhole sejauh 17 meter ke arah Barat Daya–Timur Laut dan 30 meter ke arah Tenggara–Barat Laut. Namun demikian, jarak tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring hasil penelitian lanjutan.
BACA JUGA
Taufiq menegaskan, kajian lebih mendalam masih diperlukan untuk memastikan tingkat keamanan wilayah sekitar. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan munculnya sinkhole baru di kawasan tersebut.
“Kajian ini terus dan sedang kami lakukan untuk memastikan radius aman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemunculan sinkhole lanjutan berpeluang terjadi dengan karakter yang bersifat lokal dan tidak massal. Biasanya, fenomena ini muncul mengikuti jalur sungai bawah tanah yang membentuk rongga di bawah permukaan tanah.
Dari hasil pemetaan sementara, sebagian wilayah Nagari Situjuah Batua dan Nagari Tungka yang berada di barat daya Sinkhole Situjuah dinilai lebih rentan, dibandingkan wilayah Nagari Situjuah Batua yang berada di sisi timur laut.
Untuk memperkuat mitigasi, Badan Geologi mendorong inventarisasi rinci jalur-jalur rawan sinkhole dengan pendekatan multidisiplin, antara lain geofisika seperti geolistrik dan georadar, kajian hidrogeologi, serta geologi teknik.
Sebagai langkah pengamanan awal, pemerintah bersama kepolisian setempat telah memasang garis polisi di sekeliling Sinkhole Situjuah. Namun demikian, masih ditemukan masyarakat yang mengabaikan larangan dan melintasi batas aman, bahkan hanya untuk berfoto atau melihat fenomena tersebut dari jarak dekat.
Badan Geologi menegaskan bahwa kajian detail Sinkhole Situjuah masih terus berlangsung sebagai upaya mitigasi risiko sekaligus edukasi kepada masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan sejak 2 hingga 11 Februari 2026 dengan melibatkan Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat serta Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, guna memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
Advertisement
Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Tragedi Idulfitri: Kebakaran Gudang Tani di Galur Kulonprogo, 1 Tewas
- Latihan Perdana Timnas Indonesia: Elkan Baggott Kembali Perkuat Garuda
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Tersasar Google Maps ke Jalan Sawah, Pemudik Dibantu Warga di Kalasan
- Penyelam Asal Inggris Ditemukan Meninggal di Perairan Gili Air Lombok
- Urai Kepadatan, Kapolri Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Arus Balik
Advertisement
Advertisement






