Poin Kesepakatan Trump dan Xi Jinping, Pesanan Boeing 200 Pesawat
Trump dan Xi Jinping sepakat stabilkan hubungan AS-China, termasuk pembelian 200 pesawat Boeing dan kerja sama perdagangan strategis.
Foto ilustrasi musim hujan. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar kota besar di Indonesia berpeluang mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Minggu. Sejumlah wilayah bahkan berpotensi diguyur hujan lebat yang disertai kilat.
Dalam sistem peringatan dini cuaca BMKG, untuk wilayah Sumatra, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Medan, Pangkal Pinang, Palembang, dan Bengkulu. Sementara itu, Pekanbaru, Jambi, dan Bandar Lampung berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir. Adapun cuaca di Aceh dan Padang diprakirakan berawan.
Prakirawan BMKG Wahyu Anisa menjelaskan, kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Pulau Jawa. Hujan ringan hingga sedang diprakirakan merata di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta, sedangkan Surabaya berpeluang diguyur hujan lebat.
“Untuk Pulau Jawa, hujan berpotensi terjadi hampir merata, dengan intensitas lebih tinggi di Surabaya,” ujar Wahyu dalam siaran prakiraan cuaca yang diikuti dari Jakarta.
Di wilayah Kalimantan, hujan ringan diprakirakan terjadi di Palangkaraya dan Tanjung Selor. Sementara Samarinda dan Banjarmasin berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat. Adapun Pontianak diprakirakan diselimuti awan tebal.
Untuk kawasan Bali dan Nusa Tenggara, hujan ringan hingga sedang berpeluang turun di Denpasar dan Kupang, sementara Mataram diprakirakan berawan.
Di Pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, dan Ternate. Sementara Mamuju diprakirakan diguyur hujan lebat disertai kilat, sedangkan Palu berpotensi mengalami cuaca kabur.
Berpindah ke wilayah timur Indonesia, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang dapat terjadi di Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Nabire, Jayawijaya, dan Merauke.
BMKG kembali menegaskan pentingnya penguatan sistem peringatan dini cuaca yang terintegrasi serta kolaborasi lintas sektor untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi, terutama di tengah dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan laporan State of the Global Climate 2024 yang dirilis World Meteorological Organization (WMO) mencatat tahun 2024 sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah. Anomali suhu global bahkan telah melampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius dibandingkan periode praindustri.
“Data observasi menunjukkan tren kenaikan suhu yang konsisten, baik secara global maupun di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya intensitas serta frekuensi cuaca ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi,” kata Andri.
Sejalan dengan itu, data BMKG selama 16 tahun terakhir, yakni periode 2010 hingga 2025, menunjukkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor. Wilayah dengan kejadian tertinggi tercatat di Jawa Barat, disusul Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, serta sejumlah daerah lain di Sumatra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Trump dan Xi Jinping sepakat stabilkan hubungan AS-China, termasuk pembelian 200 pesawat Boeing dan kerja sama perdagangan strategis.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.