Advertisement

Polisi Dalami 'Misteri' Rekaman Penjual Dawet di Kanjuruhan yang Menyalahkan Arema

Setyo Aji Harjanto
Minggu, 09 Oktober 2022 - 14:37 WIB
Bhekti Suryani
Polisi Dalami 'Misteri' Rekaman Penjual Dawet di Kanjuruhan yang Menyalahkan Arema Suasana Unjuk Rasa suporter sepakbola Indonesia atas Tragedi Kanjuruhan yang berlangsung di kawasan Stadiun Gelora Bung Karno, Jakarta Minggu (2/10/2022). - Bisnis/Surya Dua Artha

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Polri mendalami rekaman suara viral diduga penjual es dawet, saat Tragedi Kanjuruhan terjadi.

Rekaman tentang penjual dawet di Kanjuruhan viral. Dalam video tersebut, penjual dawet menyinggung soal penyebab banyaknya kematian Aremania karena berdesakan dan konsumsi alkohol.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa rekaman tersebut tengah tengah didalami penyidik.

"Ya mas sedang didalami oleh tim sidik," kata Dedi kepada wartawan, dikutip Minggu (9/10/2022).

Dedi juga mengatakan pihaknya juga akan mendalami rekaman CCTV di sekitar pintu-3 stadion Kanjuruhan.

"Di pintu 3 termasuk CCTV-nya yang dianalisa oleh tim labfor, inafis dan penyidik," kata Dedi.

Diketahui beredar rekaman suara perempuan yang mengaku sebagai penjual es dawet di Pintu pintu 3 Stadion Kanjuruhan, Malang. Dia memberi kesaksian saat tragedi di Kanjuruhan pecah.

Dalam rekaman suara itu,dia menyebut bahwa dalam tragedi Stadion Kanjuruhan gas air mata tidak seberapa. Dia justru menyebut, Aremania berdesak-desakan dan saling injak antar sesama suporter.

Advertisement

Dia juga menyimpulkan banyak Aremania yang minum alkohol.

BACA JUGA: Mahasiswa UGM yang Loncat dari Lantai 11 Dipastikan Bunuh Diri

"Terus ditolong dia dilindungi, dibawa. Tapi wong suporter sakdurunge wes ngombe kabeh (sebelumnya supporter sebelumnya sudah minum (alkohol) semua). Yang meninggal itu banyak yang berbau alkohol." Seperti dalam rekaman tersebut itu.

Advertisement

Adapun, Pada Sabtu (1/10/2022), terjadi kericuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Kerusuhan semakin membesar, dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebanyak 131 orang, sementara 440 orang mengalami luka ringan dan 29 orang luka berat.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Stok Darah di PMI DIY Sabtu 3 Desember 2022

Jogja
| Sabtu, 03 Desember 2022, 14:37 WIB

Advertisement

alt

Rawat Ribuan Ikan di Sungai, Rumah Pria Ini Jadi Rujukan Wisata

Wisata
| Sabtu, 03 Desember 2022, 14:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement