Advertisement
Polisi Dalami 'Misteri' Rekaman Penjual Dawet di Kanjuruhan yang Menyalahkan Arema
Suasana Unjuk Rasa suporter sepakbola Indonesia atas Tragedi Kanjuruhan yang berlangsung di kawasan Stadiun Gelora Bung Karno, Jakarta Minggu (2/10/2022). - Bisnis/Surya Dua Artha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Polri mendalami rekaman suara viral diduga penjual es dawet, saat Tragedi Kanjuruhan terjadi.
Rekaman tentang penjual dawet di Kanjuruhan viral. Dalam video tersebut, penjual dawet menyinggung soal penyebab banyaknya kematian Aremania karena berdesakan dan konsumsi alkohol.
Advertisement
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa rekaman tersebut tengah tengah didalami penyidik.
"Ya mas sedang didalami oleh tim sidik," kata Dedi kepada wartawan, dikutip Minggu (9/10/2022).
Dedi juga mengatakan pihaknya juga akan mendalami rekaman CCTV di sekitar pintu-3 stadion Kanjuruhan.
"Di pintu 3 termasuk CCTV-nya yang dianalisa oleh tim labfor, inafis dan penyidik," kata Dedi.
Diketahui beredar rekaman suara perempuan yang mengaku sebagai penjual es dawet di Pintu pintu 3 Stadion Kanjuruhan, Malang. Dia memberi kesaksian saat tragedi di Kanjuruhan pecah.
Dalam rekaman suara itu,dia menyebut bahwa dalam tragedi Stadion Kanjuruhan gas air mata tidak seberapa. Dia justru menyebut, Aremania berdesak-desakan dan saling injak antar sesama suporter.
Dia juga menyimpulkan banyak Aremania yang minum alkohol.
BACA JUGA: Mahasiswa UGM yang Loncat dari Lantai 11 Dipastikan Bunuh Diri
"Terus ditolong dia dilindungi, dibawa. Tapi wong suporter sakdurunge wes ngombe kabeh (sebelumnya supporter sebelumnya sudah minum (alkohol) semua). Yang meninggal itu banyak yang berbau alkohol." Seperti dalam rekaman tersebut itu.
Adapun, Pada Sabtu (1/10/2022), terjadi kericuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Kerusuhan semakin membesar, dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebanyak 131 orang, sementara 440 orang mengalami luka ringan dan 29 orang luka berat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kraton Keluarkan Lima Gunungan Garebeg Syawal, Ini Maknanya
- Korlantas Hentikan One Way Nasional KM 70 hingga Kalikangkung
- Libur Idulfitri, Wisata Kedhaton dan Tamansari Tutup Dua Hari
- Komnas HAM Dorong Kasus Penyiraman Air Keras Masuk Peradilan Umum
- Prabowo Malam Takbiran di Sumut, Salat Id di Aceh
- Malam Takbir di Plosokuning Dipusatkan di Masjid Pathok Negoro
- Kadin Gunungkidul Turun Tangan Bantu Bocah Rawat Orang Tua Sakit
Advertisement
Advertisement









