Advertisement
Eks Pengawal Maduro Diangkat Jadi Menteri di Venezuela
Kapten Juan Escalona - X
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Penunjukan Kapten Juan Escalona sebagai Menteri Kantor Kepresidenan menegaskan konsolidasi kekuasaan Delcy Rodriguez pascaserangan bom di Caracas. Selain itu, penunjukan mantan pengawal Presiden Nicolas Maduro ini menandai perombakan kabinet perdana di bawah kendali Rodriguez.
Escalona kini mengemban tugas krusial untuk mengelola agenda pemimpin negara serta melakukan koordinasi antarlembaga. Penunjukan ini dilakukan di tengah tekanan diplomatik dari Washington terkait akses sumber daya minyak Venezuela.
Advertisement
Berdasarkan laporan AFP, Kapten Juan Escalona memiliki rekam jejak panjang di lingkaran kekuasaan Venezuela. Ia merupakan mantan ajudan Hugo Chavez yang kemudian menjadi bagian inti tim keamanan Maduro.
Kehadiran Escalona dalam rapat kabinet pekan lalu sekaligus mematahkan rumor yang menyebut dirinya tewas dalam serangan bom Amerika Serikat di Caracas pada 3 Januari lalu. Serangan tersebut diketahui menewaskan sekitar 55 anggota tim keamanan, termasuk 32 personel asal Kuba yang bertugas melindungi Maduro.
BACA JUGA
Escalona sendiri sebelumnya sempat ditangkap bersama istri Maduro, Cilia Flores, saat serangan udara berlangsung. Saat ini, Nicolas Maduro dan Cilia Flores tengah berada di penjara New York untuk menjalani persidangan atas tuduhan perdagangan narkoba—tuduhan yang dibantah keras oleh keduanya.
Dalam perombakan ini, Rodriguez tidak hanya menunjuk Escalona, tetapi juga melakukan rotasi strategis lainnya:
- Kepala Pengawal Presiden: Rodriguez mengganti pucuk pimpinan unit kontra-intelijen.
- Sektor Ekonomi: Penunjukan czar ekonomi baru untuk menavigasi krisis.
- Menteri Lingkungan: Jabatan ini kini dipercayakan kepada perwira militer, Anibal Coronado.
Sinyal Komunikasi dari Washington
Melalui unggahan di Telegram, Rodriguez memuji kesetiaan serta pengalaman luas yang dimiliki Escalona. Langkah politik ini diambil saat kondisi internal Venezuela sedang menjadi sorotan dunia.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan "bertanggung jawab" atas situasi di Venezuela. Trump mengisyaratkan kesediaannya untuk bekerja sama dan membuka peluang pertemuan langsung dengan Delcy Rodriguez guna membahas masa depan negara kaya minyak tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
Advertisement
Advertisement







