Advertisement
Kasus Suap Bekasi, KPK Periksa Sopir Ayah Bupati
Gedung KPK / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Penyidikan kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Bekasi kembali berkembang setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sopir pribadi HM Kunang, ayah dari Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami aktivitas dan pergerakan HM Kunang yang telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama anaknya. Keterangan saksi diharapkan dapat membuka rangkaian peristiwa dan alur transaksi yang berkaitan dengan proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.
Advertisement
KPK menilai keterangan saksi memiliki peran strategis dalam mengungkap konstruksi perkara secara utuh, termasuk dugaan adanya praktik suap yang melibatkan pejabat daerah dan pihak swasta.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pendalaman tersebut dilakukan saat penyidik memeriksa Dwi Welly Agustine alias Icong selaku sopir HM Kunang pada Selasa (13/1/2026).
BACA JUGA
“Saksi didalami terkait kegiatan-kegiatan tersangka HMK,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
HM Kunang merupakan ayah dari Ade Kuswara Kunang sekaligus Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 18 Desember 2025. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 10 orang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Sehari kemudian, pada 19 Desember 2025, KPK membawa delapan dari 10 orang yang diamankan ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan intensif. Dua di antaranya adalah Ade Kuswara Kunang dan HM Kunang.
Pada kesempatan yang sama, KPK mengungkapkan telah menyita uang ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan praktik suap proyek di Kabupaten Bekasi.
Selanjutnya, pada 20 Desember 2025, KPK secara resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang dan HM Kunang sebagai tersangka penerima suap, serta seorang pihak swasta bernama Sarjan (SRJ) sebagai tersangka pemberi suap.
KPK menegaskan penyidikan akan terus dikembangkan untuk menelusuri aliran dana serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Memanas, Reza Pahlavi Ungkap Peta Jalan Transisi
- Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji
- BPBD Bantul Pastikan Tak Ada Pengungsi Dampak Cuaca Ekstrem
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Juventus Hajar Cremonese 5-0, Naik ke Posisi Tiga Serie A
- Zulhas Apresiasi Terobosan Mentan Turunkan Harga Pupuk
- Top Ten News Harianjogja.com Selasa 13 Januari 2026
- Dua Pemancing Hilang di Wediombo, Pencarian Diperluas ke Pacitan
- BMKG Deteksi Tekanan Rendah, Cuaca Ekstrem Mengintai NTB
- Asuransi Kesehatan Terus Tumbuh, Ini Tantangan Industri Jiwa
- Kongres AS Usulkan Aneksasi Greenland Jadi Negara Bagian
Advertisement
Advertisement





