Advertisement
BNPB Catat 1.189 Korban Tewas Banjir dan Longsor di Sumatera
Kondisi rumah warga yang terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Antara - Yudi Manar
Advertisement
Harianjogja.m, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.189 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Senin (12/1).
Data BNPB menyebutkan korban meninggal paling banyak berasal dari Provinsi Aceh dengan 550 jiwa, disusul Sumatera Utara 375 jiwa dan Sumatera Barat 231 jiwa. Sementara itu, 33 korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim gabungan.
Advertisement
Selain korban jiwa, dampak bencana juga menyebabkan 141 orang dinyatakan hilang dan 195.542 warga mengungsi. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi mencapai 67.876 jiwa, akibat rusaknya permukiman dan akses transportasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan korban meninggal tersebut terdiri atas 550 jiwa di Aceh, 375 jiwa di Sumatera Utara, dan 231 jiwa di Sumatera Barat, sementara 33 jiwa lainnya masih dalam proses identifikasi.
Selain korban jiwa, BNPB mencatat sebanyak 141 orang dinyatakan hilang dan 195.542 jiwa terpaksa mengungsi. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi mencapai 67.876 jiwa.
Tidak hanya fokus mengaktualisasi data dampak bencana selama status darurat di berbagai daerah berlaku, bahkan perpanjangan masa tanggap darurat di enam kabupaten di Provinsi Aceh, kata dia, pemerintah juga memastikan percepatan pemulihan masa fase transisi darurat di puluhan kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Antara lain, lanjutnya, BNPB dalam fase pemulihan tersebut memprioritaskan pemenuhan kebutuhan infrastruktur vital, khususnya pembangunan 270 jembatan Bailey yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Hingga kini, sebanyak 20 unit jembatan telah terpasang dan 10 unit lainnya dalam proses pemasangan," kata Abdul Muhari.
Abdul Muhari menyebutkan bahwa di Aceh, pemerintah telah mengirim 117 unit jembatan Aramco untuk mempercepat pemulihan akses wilayah terisolasi. Salah satunya Jembatan Bailey Jamur Ujung di ruas Bireuen-Takengon yang kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.
Selain itu perakitan Jembatan Krueng Pelang di Aceh Tengah telah mencapai 80 persen, disertai kegiatan normalisasi sungai dan pembersihan fasilitas publik yang dilakukan secara terpadu oleh unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
BNPB memastikan percepatan pemulihan dengan memprioritaskan pembangunan jembatan darurat, normalisasi sungai, serta pemulihan infrastruktur vital guna mendukung aktivitas warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Memanas, Reza Pahlavi Ungkap Peta Jalan Transisi
- Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji
- BPBD Bantul Pastikan Tak Ada Pengungsi Dampak Cuaca Ekstrem
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
Advertisement
Pemkot Jogja Anggarkan Food Bank untuk Cegah Warga Kekurangan Pangan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- PTSL 2026 Dipercepat, Kulon Progo Dorong Sertifikat Digital
- Biowash Jadi Solusi Larangan Sampah Organik di Jogja
- Beto Goncalves Ceritakan Debut di PSIS dan Reuni dengan Fachruddin
- Puan Tegaskan KUHP dan KUHAP 2026 Jadi Tonggak Demokratisasi Hukum
- Kemenhut Siapkan Rehabilitasi Hutan Pascabencana di Sumatera
- Jari Tersangkut Bak Oli Motor, Damkarmat BPBD Bantul Evakuasi
- Bantul Percepat Mekanisasi Pertanian lewat 17 Bantuan Alsintan
Advertisement
Advertisement




