Advertisement

Puan Vs Ganjar Memanas, Celeng Vs Banteng Disusul Dewan Kopral Vs Dewan Kolonel

Surya Dua Artha Simanjuntak
Kamis, 22 September 2022 - 14:17 WIB
Budi Cahyana
Puan Vs Ganjar Memanas, Celeng Vs Banteng Disusul Dewan Kopral Vs Dewan Kolonel Ganjar Pranowo - Antara/M. Risyal Hidayat

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Rivalitas pendukung Ganjar Pranowo dan Puan Maharani kembali memanas. Loyalis Puan membentuk Dewan Kolonel untuk mempersiapkan Ketua DPR itu sebagai capres di Pilpres 2024. Sebaliknya, kubu pendukung Ganjar meresponsnya dengan membentuk Dewan Kopral.

Panas dingin hubungan Ganjar dengan Puan ini kembali mengingatkan konflik antara Barisan Celeng melawan Banteng pada tahun lalu.

Ketua Ganjar Pranowo Mania (GP Mania) Immanuel Ebenezer mengatakan Dewan Kopral dibentuk untuk menanggapi Dewan Kolonel yang dideklarasikan kubu pendukung Puan Maharani.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Sudah diomongin, ide itu terlontar ketika merasa tertantang ada Dewan Kolonel. Pendukung Ganjar membuat Dewan Kopral," ungkap Immanuel, dikutip Kamis (22/9/2022).

Immanuel bahkan menegaskan dirinya yang akan menjadi Ketua Dewan Kopral. Menurutnya, tim tersebut segera dideklarasikan di tiga daerah, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Oktober sudah terbentuk," jelasnya.

Immanuel mengatakan anggota Dewan Kopral akan berjumlah ratusan lebih, yang terdiri dari buruh, petani, mahasiswa, dan beberapa lapisan masyarakat lainnya.

Dia juga mengklaim sudah memiliki program dan struktur organisasi untuk memenangkan Gubernur Jawa Tengah sekaligus Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo di ajang Pilpres 2024.

"Kita bentuk Dewan Kopral untuk memikat hati rakyat dukung Ganjar 2024," ucap pria yang juga ketua Jokowi Mania tersebut.

Advertisement

Puan Membentuk Dewan Kolonel

Sebelumnya, politikus PDIP Trimedya Panjaitan mengatakan, alasan Dewan Kolonel agar PDIP tak bernasib sama seperti Partai Golkar. Menurutnya, anggota Dewan Kolonel ingin memastikan garis keturunan Soekarno tetap memimpin PDIP.

“Kita khawatir kalau bukan darah Bung Karno ini, nasib keluarga Bung Karno sama seperti nasib keluarga Soeharto di Golkar. Itu juga ada kekhawatiran. Liat saja keluarga Pak Harto di Golkar kan seperti apa, padahal [Soeharto] yang dirikan Golkar dari nol,” ujar Trimedya kepada awak media di Gedung Nusantara II, Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (21/9/2022).

Trimedya merasa, jika bukan keturunan Soekarno yang memimpin PDIP, partai terbesar di Indonesia itu akan gampang dikendalikan oleh orang luar. Oleh sebab itu, mereka ingin menaikkan elektabilitas Puan untuk menjadi capres dan akhirnya mengganti Megawati sebagai ketua umum PDIP.

Advertisement

“Kami merasa kalau bukan trah Sukarno, gampang dikendalikan partai ini. Kami juga tidak ikhlas kalau sampai jadi seperti keluarga Soeharto di Golkar. Itu dasarnya,” jelas pria yang juga berperan sebagai Koordinator Dewan Kolonel tersebut.

Ingatan Celeng vs Banteng

Istilah 'Celeng' dalam gerakan itu sejatinya muncul tanpa sengaja. Semula, kata umpatan khas Jawa itu meluncur dari mulut Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang 'Pacul' Wuryanto untuk menyebut kader-kader banteng yang 'mbalelo' karena mendukung Ganjar untuk maju di Pilpres 2024.

"Adagium di PDIP itu yang di luar barisan bukan banteng, itu namanya celeng. Jadi apapun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng,” kata Bambang Pacul.

Entah karena sakit hati atau kadung dicap sebagai kader 'mbalelo', para celeng di partai banteng itu kemudian membuat sebuah gebrakan dengan mendirikan Barisan Celang Berjuang.

Advertisement

Albertus Sumbogo, sebagaimana dilansir dari Solopos, mangatakan bahwa anggapan sebagai celeng yang disematkan kepada pendukung Ganjar justru membakar semangat perlawanan.

“Teman-teman membuat satire atau meme itu selain tersinggung, prihatin tapi ada semangat perlawanan. Meskipun dianggap celeng tetap harus berjuang untuk kebenaran," seperti dikutip, Rabu (13/10/2021).

BACA JUGA: Luhut Minta Masyarakat Jangan Langsung Menolak Wacana Jokowi 3 Periode, Begini Alasannya

Advertisement

Logo Barisan Celeng Berjuang itu dibuat oleh Eko Lephex. Adapun gambar celeng merah bertaring putih itu merupakan simbol dari semangat perjuangan demi kebenaran.

Taring panjang pada gambar itu mewakili semangat perjuangan tanpa kenal takut. Warna merah mewakili keberanian memperjuangkan kebenaran. Sementara putih merupakan kebenaran hati nurani.

“Barisan celeng yaitu kita-kita kader PDIP yang ingin selalu berjuang untuk kebenaran demi besarnya partai mengusung Ganjar Pranowo presiden 2024,” jelas dia.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Peringkat Pertama Keterbukaan Informasi, Pemkot Jogja Berjanji Tingkatkan Pelayanan

Jogja
| Kamis, 29 September 2022, 21:17 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement