Advertisement
Jurus Erick Thohir Menurunkan Harga Tiket Pesawat
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/6 - 2022).
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian BUMN memastikan maskapai penerbangan di bawah naungannya akan menjadi sarana penyedia transportasi udara dengan harga murah dan terjangkau untuk masyarakat.
Menteri BUMN Erick Thohir dalam hal ini telah melakukan sejumlah langkah untuk menstabilkan harga tiket pesawat. Beberapa di antaranya yaitu memberikan suntikan dana untuk maskapai Garuda Indonesia, menambah jumlah pesawat, dan menyesuaikan harga sewa.
Advertisement
"Kalau Garuda bisa lebih produktif lagi dalam jumlah pesawatnya sehingga pengurangan dari stabilitas harga tiket bisa diseimbangi," kata Erick dikutip dari siaran pers, Rabu (31/8/2022).
Erick telah mengalokasikan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun untuk menambah jumlah operasional pesawat kepada grup PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) yaitu Garuda dan Citilink dari 61 unit menjadi 120 unit.
Usai restrukturisasi dan lolos PKPU, anggaran PMN Rp7,5 triliun tersebut akan digunakan untuk menyewa pesawat baru tersebut yang telah disiapkan sejak 1,5 tahun lalu.
Penambahan volume penerbangan juga dinilai penting sehingga modal tersebut diyakini dapat membuat Garuda dapat bersaing dan mampu menstabilikan harga pesawat agar dapat terjangkau oleh masyarakat luas.
Sementara itu, Erick menyadari adanya tiga faktor yang mengakibatkan harga tiket pesawat melonjak. Pertama terkait hagar avtur yang meroket.
BACA JUGA: Minta Jangan Ada Kekerasan Fisik di Jogja, Sultan: Mbok Pun Penggalih
"Kedua adalah daerah tujuan tertentu yang jumlah pesawatnya tidak maksimal. Lalu faktor terakhir adalah jumlah pesawat yang mau dibeli pun sulit. Hari ini Boeing dan Airbus kan mengurangi produksinya," ujar Erick.
Lebih lanjut, Erick meyakini Garuda Indonesia akan memanfaatkan momentum kebangkitan industri pesawat seiring pemulihan Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi di angka 5,44 persen saat ini. Untuk itu, ia meyakini perlu adanya keseimbangan untuk dapat memperbaiki harga tiket nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pejabat Kongres: AS Belum Punya Pertahanan Memadai Hadapi Drone Shahed
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
Advertisement
Tanah Bergerak di Pajangan Bantul, 20 Rumah Rusak dan 1 Roboh
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga DIY Diajak Tanam Cabai Mandiri Guna Jaga Stabilitas Harga
- Gagal Salip Pikap, Pemotor di Wonogiri Alami Patah Kaki
- Pernah Jadi Kompleks IRGC, Sekolah di Iran Hancur Diserang AS
- Ini Tanda Tekanan Emosional Sudah Perlu Bantuan Profesional
- Dinkes DIY Temukan 57 Kasus Positif Campak, Targetkan Imunisasi Merata
- Austria Jajaki Kerja Sama Bangun IKN sebagai Kota Hutan Modern
- Ini Daftar Kategori Obat dan Makanan Ilegal Terlaris di Online 2025
Advertisement
Advertisement








