Advertisement

Wagub Jateng: Media Massa Wajib Utamakan Tabayyun Sebelum Memproduksi Berita

Arief Junianto
Jum'at, 13 Mei 2022 - 20:57 WIB
Arief Junianto
Wagub Jateng: Media Massa Wajib Utamakan Tabayyun Sebelum Memproduksi Berita Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SEMARANG--Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen mengajak segenap insan media untuk mengedepankan tabayyun atau mengecek dan mencari penjelasan sebelum memproduksi berita bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Halalbihalal Humas Pemprov Jateng dan Diskominfo Jateng bersama awak media di Hotel Santika Premiere Semarang, Kamis (12/5/2022).

Advertisement

BACA JUGA: Profil Mbah Kholil, Crazy Rich Jepara yang Bangun Jembatan Rp3,7 Miliar

Bahkan Taj Yasin menyebut, di dalam Al-Qur'an sudah ada ayat yang mengajarkan untuk meneliti sebuah isu. Dengan begitu informai yang disampaikan nantinya tidak justru menimbulkan kerugian dan musibah bagi seseorang atau masyarakat.

"Nah pentingnya kita berhati-hati dalam hal pemberitaan dalam hal penyampaian apalagi ketika menyampaikan itu berita-berita yang tidak benar."

Agar terhindar dari hoaks, masyarakat perlu lebih menahan diri dan hati-hati dalam menyikapi setiap informasi yang diterima, dan melakukan pengecekan sebelum menyebarkannya.

"Diajarkan Nabi Muhammad SAW, bagaimana menanggapi berita bohong. Kita harus sabar, menunggu kebenaran itu, tabayyun, tidak serta merta langsung percaya," tandasnya.

Lebih jauh, Wagub juga meminta masyarakat lebih bijak menyaring informasi, khususnya dalam bersosial media. Sikap bijak ini akan membuat masyarakat tidak mudah termakan isu yang dihembuskan untuk merugikan seseorang atau kelompok.

"Berhati-hati ya dalam bermedia sosial karena ketika kita sudah ber-statement bohong itu tidak bisa dihentikan dan ketika itu dipercayai orang itu menjadi tanggung jawab kita," ucap Wagub.

Advertisement

Pada mereka yang gemar membuat pemberitaan hoaks yang penuh fitnah, Wagub mengingatkan bahwa itu adalah dosa besar. Dosa akibat fitnah akan ada apabila dipercaya orang orang lain dan terus digulirkan.

"Siapa yang membuat kebiasaan baik, akan mendapatkan pahala ketika perbuatan tersebut diadopsi orang lain. Dan apalagi perbuatan [yang diadopsi] tidak baik, itu akan menimbulkan dosa dan terus menempel pada kita. Semoga masyarakat kita semakin dewasa untuk memahami sebuah berita," kata dia.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

UGM Bangun Kawasan Kerohanian Lima Agama, Ini Lokasinya

Sleman
| Minggu, 22 Mei 2022, 11:17 WIB

Advertisement

alt

Piknik Gunungkidul, Sempatkan Singgah ke "Surga Kecil" yang Satu Ini

Wisata
| Sabtu, 21 Mei 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement