Ratusan SPPG Ditutup, OJK Kaji Dampaknya ke Kredit Bank
OJK mengkaji dampak penutupan 833 dapur SPPG terhadap kredit perbankan, termasuk jumlah SPPG yang mendapat pembiayaan bank.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghadiri sebuah acara tentang memerangi kejahatan \"ghost gun\" atau senjata api rakitan tanpa nomor seri, di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 11 April 2022./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden AS Joe Biden dan ibu negara Jill Biden menggelar perayaan Idulfitri di Gedung Putih pada Senin (2/5/2022). Perayaan tersebut sebelumnya ditiadakan di masa pemerintahan Donald Trump.
"Salah satu janji yang saya buat ketika mencalonkan diri adalah bahwa saya akan mengembalikan perayaan tahunan ini [Idulfitri], karena itu penting," kata Biden dikutip dari laman resmi Gedung Putih, Selasa (3/5/2022).
Sayangnya, tahun lalu perayaan Idulfitri terpaksa digelar secara virtual lantaran pandemi Covid-19, yang membuat semua orang terpaksa untuk menghindari kerumunan dan menjaga jarak.
Namun, dengan kasus Covid-19 yang mulai melandai di AS, Biden pada akhirnya dapat memenuhi janji yang dibuat saat debat calon presiden pada 2020 lalu.
Dalam sambutannya, Biden menyampaikan bahwa Muslim membuat bangsanya lebih kuat setiap hari, bahkan ketika umat Muslim masih menghadapi tantangan dan ancaman nyata di AS, termasuk kekerasan dan Islamofobia.
"Membuat bangsa kita sendiri lebih adil, lebih inklusif bagi Muslim Amerika adalah bagian penting dari kerja keras untuk membentuk persatuan yang lebih sempurna. Itu yang kami cari," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Biden juga mengutip ayat Al-Quran, bahwa semua orang diciptakan dengan berbagai bangsa dan suku agar dapat saling mengenal.
"Kamu diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal," kata Biden, sembari menekankan bagian terakhir "agar kamu bisa saling mengenal," ujar Biden.
Menurutnya, perbedaan tak seharusnya menjadi hambatan, melainkan menjadi kesempatan untuk belajar satu sama lain.
Perayaan Idulfitri di Gedung Putih pertama kali digelar pada masa pemerintahan Bill Clinton. Namun sayangnya, pada masa kepemimpinan Donald Trump, perayaan tersebut sempat dihentikan.
Kendati demikian, Joe Biden kembali menggelar Idulfitri di Gedung Putih, sekaligus menepati janjinya saat debat capres 2020 lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
OJK mengkaji dampak penutupan 833 dapur SPPG terhadap kredit perbankan, termasuk jumlah SPPG yang mendapat pembiayaan bank.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.