Rupiah Melemah ke Rp17.903, Ini Pemicu Tekanan Global
Rupiah melemah 21 poin ke Rp17.903 per dolar AS. Konflik Timur Tengah, dolar AS, The Fed, dan data domestik jadi sorotan
Ilustrasi keracunan/JIBI
Harianjogja.com, SOLO—Puluhan warga di Solo keracunan saat malam Takbiran, Minggu (1/5/2022). Keracunan yang terjadi di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo, itu, terjadi setelah warga menyantap nasi berkat berisi ayam bakar. Nasi kotak itu dibagikan dalam acara buka puasa di Masjid At Tin, Sabtu (30/4/2022).
Sekretaris RT 001 Kelurahan Pucangsawit, Suwarno, menjelaskan awalnya 90 warga yang dilarikan ke rumah sakit karena keracunan. Namun, sebagian besar telah kembali setelah menjalani pemeriksaan dan kondisi mereka membaik.
“Jumlah yang dibawa ada 90 warga yang dibawa ke RS dari satu RW. Kebanyakan dari RT 001, kenapa? Karena paling dekat, sehingga undangannya paling banyak. Warga kemarin dilihat kondisinya, jika parah, nanti di rawat inap sejauh ini ada 15 orang, tapi mayoritas dipulangkan ketika kondisinya membaik,” ujar Suwarno, Senin (2/5/2022).
Suwarno juga memberikan penjelasan terkait nasi berkatan yang diberikan kepada warga secara terperinci. Menurutnya, makanan itu diolah sendiri olah warga yang memang sudah terbiasa memasak untuk hajatan.
“Satu kardus berisi satu nasi putih, ayam bakar satu potong, semangka, olahan dari warga sendiri, untuk masjid At Tin, yang masak juga sudah biasa untuk acara karena memang biasanya jualan soto,” kata Suwarno.
Kasus keracunan massal yang bersumber di Kelurahan Pucangsawit, Kota Solo, itu pun meluas ingga ke Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Kabarnya 15 orang di Gondangrejo mengalami gejala yang sama persis dengan warga Pucangsawit setelah menyantap nasi berkatan pengajian.
Hal itu disampaikan sukarelawan PMI Solo, Mughny. “Infonya ada 15 orang di Gondangrejo yang keracunan. Ini kelanjutan dari satu kloter di Pucangsawit,” kata Mughny.
Dia menambahkan, 15 warga Gondangrejo itu sebenarnya tidak mengikuti pengajian di Pucangsawit. Mereka mendapatkan nasi boks berkatan pengajian dari seorang ustaz yang mengisi kajian tersebut.
“Mereka yang keracunan ini tidak datang ke pengajiaan, tetapi kemungkinan dapat dari ustaz yang mengisi pengajian,” ujar Mughny.
Sampai saat ini kasus keracunan massal tersebut masih dalam penyelidikan Polresta Solo. Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, mengatakan sampel makanan sudah dibawa ke Laboratorium Forensik milik Polda Jawa Tengah. Nantinya hasil tersebut akan diverifikasi dan dicocokkan dengan hasil visum kepada korban.
“Penyelidikan masih terus dilakukan jadi untuk sampel makanan yang diduga mengandung unsur beracun, saat ini juga sudah dibawa ke laboratorium Polda Jateng untuk diperiksa terkait untuk kandungan diduga makanan yang beracun, nanti kita sinkronisasi dari laboratorium forensik, dengan tubuh korban yang mengalami lemas ataupun diare,” ujar Ade kepada wartawan, Senin (2/5/2022).
Berit ini sudah tayang di Solopos.com dengan judul "Isi Nasi Berkat Penyebab Keracunan Massal di Pucangsawit Solo" selengkapnya di sini: https://www.solopos.com/isi-nasi-berkat-penyebab-keracunan-massal-di-pucangsawit-solo-1309430.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos com
Rupiah melemah 21 poin ke Rp17.903 per dolar AS. Konflik Timur Tengah, dolar AS, The Fed, dan data domestik jadi sorotan
Prabowo rayakan kemenangan Indonesia atas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 4-2 lewat adu penalti di SUGBK.
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti usai bermain 2-2 selama 120 menit.
Pemkot Jogja mengandalkan event sepanjang tahun dan sport tourism untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan serta mendongkrak omzet UMKM.
Produksi kapas Brasil, Australia, dan AS diproyeksi turun pada 2026/2027, sementara stok dunia menurun dan harga global berpotensi naik.
UGM menegaskan penanganan dugaan kekerasan seksual dilakukan transparan dengan mengutamakan keselamatan, hak, keamanan, dan pemulihan korban.