Mentrans Dorong Hunian Vertikal Tipe 45 di Lokasi Transmigrasi
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Ilustrasi Keracunan - Freepik
Harianjogja.com, SUMEDANG—Polres Sumedang menurunkan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) untuk menyelidiki kasus keracunan massal yang menimpa 116 santri di Pesantren Nuurush Sholaah, Kecamatan Cimanggung, Jawa Barat.
Kapolsek Cimanggung, Kompol Aan Supriatna, di Sumedang, Sabtu, menyebut bahwa dugaan sementara penyebab keracunan adalah makanan katering yang dikonsumsi saat kegiatan pengajian Jumat malam.
“Para santri ini keracunan setelah melaksanakan acara pengajian di malam Jumat kemarin sehingga Polres Sumedang menurunkan tim dari INAFIS untuk pengecekan laboratorium,” ujarnya, Sabtu dini hari.
Ia menjelaskan bahwa sebanyak 61 santri dirujuk ke rumah sakit dari total 116 santri yang mengalami keracunan, dengan gejala berupa mual, pusing, dan demam.
“Jadi sampai saat ini, terhitung kurang lebih 116 santri mengalami keracunan. Dari jumlah tersebut, 61 orang telah dirujuk ke rumah sakit, sementara sisanya ditangani di lingkungan pesantren,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa peristiwa keracunan tersebut tidak berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena pesantren tidak menerima program tersebut.
“Saya yakin ini bukan dari MBG karena pesantren ini memang tidak menerima makanan dari program tersebut,” tambahnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa menu makanan yang dikonsumsi para santri pada malam kejadian terdiri atas nasi, kentang kering, telur pedas, sambal, dan ayam yang berasal dari katering di wilayah Cikancung.
Polres Sumedang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari tim INAFIS untuk memastikan penyebab pasti keracunan, sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi hoaks terkait peristiwa tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Siswi SMAN 1 Bantul Anggita Ayu Mahanani Hanifah lolos Paskibraka Nasional 2026 mewakili DIY setelah melewati seleksi berjenjang.
Dishub Solo memberi sanksi kepada jukir yang menarik tarif parkir Rp5.000 di atas ketentuan dan mencatut nama RT di Jalan Gajahmada.
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.
FWA 5G diprediksi menjadi mesin pertumbuhan baru internet rumah di Indonesia dengan kualitas mendekati FTTH dan menjangkau wilayah minim fiber.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.