Advertisement

Sejarah Hari Buruh 1 Mei, Berawal dari Perjuangan Mendapatkan 8 Jam Kerja

Mia Chitra Dinisari
Minggu, 01 Mei 2022 - 12:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Sejarah Hari Buruh 1 Mei, Berawal dari Perjuangan Mendapatkan 8 Jam Kerja Sejumlah aktivis dan buruh berunjuk rasa saat memperingati Hari Buruh Internasional di Jambi, Selasa (1/5/2018)./ANTARA FOTO - Wahdi Septiawan

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - 1 Mei atau hari ini, diperingati sebagai hari buruh sedunia atau yang dikenal sebagai May Day. May Day pertama kali muncul di AS di Amerika yang bermula dari perjuangan mendapatkan jam kerja 8 jam sehari di Chicago abad ke-19.

Pada saat itu, ketika sistem kapitalis menguasai industri Amerika, buruh harus kerja selama 16 jam sehari.

Sehingga mereka menuntut pengurangan jam kerja selama 8 jam. Federasi Buruh Amerika menetapkan 1 Mei 1886, sebagai hari buruh dan buruh di seluruh negeri harus mogok untuk menuntut 8 jam hari kerja tersebut.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Alasannya adalah bahwa dekade sebelumnya ada pengangguran yang mengerikan ... namun teknologi baru telah membuat majikan lebih kaya," Bill Edelman, seorang profesor studi perburuhan, dilansir dari NPR.

Baca juga: Harga Migor Mahal, Buruh di Jogja Semakin Menderita

Pada tanggal Mei itu, para anarkis dan aktivis buruh di Chicago memulai pemogokan multi-hari yang dikenal dengan Haymarket.

Pada tanggal 3 Mei, protes berubah menjadi kekerasan ketika polisi menyerang pekerja yang berdemonstrasi di dekat pabrik McCormick Reaper. Hari berikutnya, pertemuan yang diadakan di Alun-Alun Haymarket kota menjadi lebih berdarah. Terjadi bentrokan yang menewaskan petugas dan warga sipil.

Sebuah bom meledak di antara barisan polisi dalam huru-hara, tetapi sejarawan mengatakan tidak jelas apakah itu ditujukan untuk polisi atau kerumunan warga sipil.

Dalam kasus itu, delapan orang dinyatakan bersalah atas konspirasi pembunuhan.

Advertisement

Untuk menghormati para pekerja Chicago, Konferensi Sosialis Internasional pada tahun 1889 menobatkan May Day sebagai hari libur buruh, melahirkan apa yang sekarang disebut oleh banyak negara sebagai Hari Buruh Internasional.

Meski demikian, AS justru merayakan hari buruh internasionalnya pada pekan kedua bulan September setiap tahunnya.

Di Indonesia, tahun 1920 juga mulai memperingati hari Buruh tanggal 1 Mei ini.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Ratusan Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta Terima Beasiswa Pendamping PKH

Sleman
| Minggu, 25 September 2022, 23:37 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement