WHO: Beri Tips Cara Paling Efektif Melindungi Diri dari Influenza & Covid-19 Parah

Pelaksanaan vaksinasi pelajar di Sekolah Kristen IPEKA Pluit. - Antara
03 Januari 2022 20:27 WIB Ni Luh Anggela News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kabar terdeteksinya Florona, penyakit infeksi ganda atau koinfeksi virus influenza dan SARS-CoV-2 pada ibu hamil sebuah rumah sakit di Israel memicu kehawatiran tambahan di masa pandemi Covid-19. Akan tetapi, menurut para ahli, koinfeksi virus sering terjadi di alam.

Faktanya sejak awal pandemi, para ahli kesehatan masyarakat telah khawatir tentang 'twindemic' kasus Covid-19 dan influenza.

Melansir News18, Senin (3/1/2022), dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature mencatat selama musim dingin terakhir, sedikit bukti epidemiologis yang dikumpulkan mengenai interaksi antara Covid-19 dan flu. Ketatnya protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak, mungkin menjadi salah satu penyebab tingkat infeksi virus influenza yang rendah. Sayangnya, dengan adanya pelonggaran pembatasan selama pandemi dan lebih sedikit orang yang mendapatkan suntikan flu, "peringatan yang sama telah kembali" catat para penulis.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa sangat mungkin mendapatkan dua penyakit pada saat yang sama dan bahwa kedua virus memiliki gejala yang sama, termasuk batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala dan kelelahan.

Namun, gejalanya bisa bervariasi pada tiap orang dan beberapa mungkin tidak memiliki gejala, gejala ringan atau penyakit parah. Ini menunjukkan bahwa influenza dan Covid-19 bisa berakibat fatal.

Menurut laporan Nature, Covid-19 dan influenza keduanya adalah patogen yang ditularkan melalui udara yang menginfeksi jaringan manusia yang sama, yaitu saluran pernapasan dan sel-sel hidung, bronkial dan paru-paru. Jadi, tumpang tindih pandemi Covid-19 dan influenza musiman "mungkin menempatkan populasi besar di bawah risiko tinggi untuk terinfeksi oleh kedua virus ini secara bersamaan," tambah mereka.

Laporan Nature mengatakan, percobaan telah menunjukkan bahwa influenza "prainfeksi secara signifikan meningkatkan infektivitas SARS-CoV-2 dan bahwa "peningkatan viral load SARS-CoV-2 dan kerusakan paru-paru yang lebih parah diamati pada tikus yang koinfeksi dengan influenza".

Para peneliti mengatakan bahwa penelitian mereka menunjukkan bagaimana influenza memiliki kemampuan yang unik untuk memperburuk infeksi SARS-CoV-2, dan karena itu, pencegahan infeksi influenza sangat penting selama pandemi Covid-19.

Sementara semua kelompok umur dapat tertular koinfeksi influenza dan Covid-19, lansia, orang dengan komorbid dan sistem kekebalan yang lemah, petugas kesehatan, wanita hamil dan ibu yang baru saja melahirkan berisiko tinggi terinfeksi oleh influenza dan Covid-19.

Menekankan pada perlunya vaksinasi, WHO mengatakan bahwa cara paling efektif untuk melindungi diri dari influenza dan Covid-19 yang parah adalah dengan divaksinasi dengan vaksin influenza dan Covid-19. Sebab, vaksin Covid-19 tidak melindungi Anda terhadap influenza, begitu pula sebaliknya.

Selain itu, WHO merekomendasikan vaksin influenza untuk orang tua, anak kecil, ibu hamil, orang dengan komorbid dan petugas kesehatan.

Sumber : JIBI/Bisnis.com