IKNB Disebut Jadi Daya Tarik Investor Asing ke Kaltim

Kunjungan Delegasi Uni Eropa Untuk Indonesia dan Brunei Darussalam ke Provinsi Kalimantan Timur guna meningkatkan pemahaman akan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA). - Bisnis Indonesia/Muhammad Mutawallie Sya\'rawie
27 Oktober 2021 07:47 WIB M. Mutawallie Sya’rawie News Share :

Harianjogja.com, SAMARINDA – Uni eropa mendukung upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk meningkatkan perdagangan dan investasi. Hal tersebut disampaikan Duta Besar Uni eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket.

Dia yakin Ibu Kota Negara Baru (IKNB) dapat menarik investasi asing yang lebih besar ke Provinsi Kaltim di masa depan .

"Investasi asing saat ini di provinsi ini relatif kecil, sehingga menawarkan banyak ruang untuk tumbuh,” ujarnya dalam kunjungan ke Provinsi Kalimantan Timur guna meningkatkan pemahaman akan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), Selasa (26/10/2021).

Vincent menyebutkan pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan melakukan pertemuan bisnis untuk membahas peluang perdagangan dan investasi dengan para pemangku kepentingan di provinsi tersebut.

“Kalimantan Timur adalah salah satu provinsi terbesar di Indonesia dengan peluang investasi yang luas di sektor-sektor seperti minyak dan gas, industri pengolahan, konstruksi serta pertanian dan perikanan,” sebutnya.

Vincent menjelaskan, CEPA UE-Indonesia akan membantu meningkatkan perdagangan dan investasi serta berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.

"Selama lebih dari 30 tahun, Uni Eropa telah bermitra dengan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi. Tahun 2019, Uni Eropa meluncurkan program lima tahun ARISE+ Indonesia Trade Support Facility senilai €15 juta. Program ini memberikan dukungan teknis kepada pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan kapasitas ekspor dan untuk memenuhi aturan dan standar perdagangan internasional," jelasnya.

Sementara itu, Gubemur Kalimantan Timur Isran Noor mengungkapkan bahwa hubungan Indonesia dan Uni Eropa sejak dulu sangat erat dan saling membangun.

“Peluang investasi terbuka lebar bagi Uni Eropa. beberapa proyek potensial yang dapat didanai investor asing antara lain Proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KIK) Malay Batuta Trans Kalimantan di Kabupaten Kutai Timur, Kawasan Industri Kariangau, Pengelolaan Sampah Kota Balikpapan dan serta Proyek Jembatan Tol Balikpapan - Penajam Paser Utara," ungkapnya.

Selain itu, Isran menyebutkan Kaltim juga memiliki berbagai kelebihan seperti pertambangan dan penggalian, minyak dan gas, industri pengolahan, konstruksi, serta pertanian dan perikanan

“Sementara Kabupaten Penajam Paser Utama akan menjadi calon Ibukota Negara," sebutnya.

Adapun, dia berharap pertemuan ini dapat mendorong investor Eropa untuk berinvestasi di Kalimantan Timur.

"Selain berinvestasi, kami juga ingin memperluas peluang untuk melakukan ekspor ke Eropa. Karena itu kami berharap para pelaku usaha dapat membuka wawasan bagaimana meningkatkan potensi ekspor perdagangan," pungkasnya.

Sebagai informasi, pertemuan tersebut juga menampilkan diskusi panel yang membahas manfaat CEPA dalam meningkatkan hubungan ekonomi antara negara-negara anggota Uni Eropa dan Indonesia.

Pada kesempatan ini, Delegasi Uni Eropa juga akan meninjau calon Ibukota Negara yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sebelumnya, Uni Eropa juga telah menyelenggarakan kunjungan bisnis CEPA dengan pemerintah provinsi Maluku, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera Selatan.

Sumber : bisnis.com